Pemanasan Global Mampu Ubah Jenis Kelamin Tukik Hijau

TrubusLife
Diah Fauziah
20 Mei 2019   17:30 WIB

Komentar
Pemanasan Global Mampu Ubah Jenis Kelamin Tukik Hijau

Tukik penyu hijau. (Istimewa)

Perubahan iklim yang terjadi saat ini mampu mengubah jenis kelamin tukik hijau. Sebuah penelitian mengungkap, sebanyak 93 persen tukik penyu hijau bisa berubah kelamin menjadi betina pada tahun 2100 lantaran perubahan iklim bisa menyebabkan feminisasi spesies.

Sciencedaily menulis bahwa jenis kelamin penyu ditentukan oleh suhu. Saat ini, sekitar 52 persen penyu hijau, satu dari tujuh spesies penyu, berkelamin betina. Namun, sebuah penelitian di University of Exeter and the Marine and Environmental Sciences Centre, Portugal, mengungkapkan bahwa, dalam suhu yang lebih hangat, sebanyak 76 hingga 93 persen tukik hijau berjenis kelamin betina.

Baca Lainnya: Melihat Pengumbahan, Mengantar Tukik Mengarung Luas Samudra

Penelitian yang dilakukan di Guinea-Bissau, Afrika Barat ini mengatakan jika perubahan iklim dapat menyebabkan lebih banyak penyu betina bersarang. Sehingga, populasi meningkat sebelum akhirnya menurun karena suhu inkubasi mendekati tingkat yang mematikan.

Mereka juga memperkirakan kenaikan permukaan laut akan menenggelamkan 33 sampai 43 persen area sarang di pantai lokasi penelitian dilakukan.

"Penyu hijau menghadapi masalah di masa depan karena hilangnya habitat dan meningkatnya suhu," kata Dr. Rita Patricio, peneliti dari Pusat Ekologi dan Konservasi di Kampus Universitas Penryn Exeter di Cornwall.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa populasi penyu hijau yang bersarang di Kepulauan Bijagos, Guinea-Bissau, hanya bisa mengatasi dampak perubahan iklim hingga tahun 2100," lanjutnya.

Baca Lainnya: Fenomena Red Tide, Kematian Penyu di Pantai Florida Melonjak

Walau begitu, suhu udara yang lebih dingin, baik pada akhir musim bersarang dan di daerah yang teduh, akan menjamin lahirnya beberapa tukik jantan.

"Meskipun kenaikan suhu akan menyebabkan lebih banyak tukik betina, di mana sekitar 32 hingga 64 persen lebih banyak betina bersarang pada tahun 2120, kematian telur juga akan lebih tinggi dalam kondisi yang lebih hangat ini," bebernya.

Perlu diketahui jika Kepulauan Bijagós merupakan tempat bersarang yang paling penting bagi penyu hijau di Afrika. Selain itu, merupakan tempat utama berkembang biak bagi spesies di Atlantik Selatan. [DF]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Kebiasaan Masyarakat Tiongkok Minum Air Panas, Apa Manfaatnya?

Health & Beauty   16 Des 2019 - 14:55 WIB
Bagikan:          

Berenang Secara Rutin Baik untuk Kesehatan Anjing

Pet & Animal   16 Des 2019 - 11:04 WIB
Bagikan:          
Bagikan: