Tingkatkan Produksi, DPPKH Aceh Kembangkan Teknik Sambung Samping pada Kakao

TrubusLife
Thomas Aquinus | Followers 0
09 Jan 2019   16:30

Komentar
Tingkatkan Produksi, DPPKH Aceh  Kembangkan Teknik Sambung Samping pada Kakao

Ilustrasi tanaman kakao (Istimewa)

Trubus.id -- Dalam rangka meningkatkan produktivitas tanaman kakao, Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPPKH), Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, saat ini tengah mengembangkan teknik sambung samping pada tanaman tersebut.

"Dengan teknik sambung samping ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas buah dan produksinya, sehingga lebih produktif dan menguntungkan petani," ujar Kasi Perlindungan Tanaman dan Pengembangan Lahan DPPKH, Kabupaten Aceh Utara, Muslim, Rabu (9/1).

Dijelaskannya, teknik sambung samping pada jenis tanaman kakao tersebut sebenarnya sudah dilakukan kepada dua kelompok tani kakao di Aceh Utara, sebagai percontohan dengan luasan lahan 10 hektare.  Adapun dua kelompok tersebut adalah kelompok tani kakao di Gampong Tempel, Kecamatan Cot Girek dan Gampong Blang Ping, Kecamatan Tanah Luas.

Baca Lainnya : Kerjasama KLHK dan Jerman Fokus pada Program Hutan Kakao

Dikatakan Muslim, dengan teknik sambung samping tersebut, diperoleh beberapa keunggulan seperti, tanaman lebih cepat berbuah dan selalu ada buah. Selain itu, perawatan terbilang mudah karena tidak terlalu tinggi batangnya, serta lebih tahan terhadap hama penyakit.

Sedangkan mengenai jenis batang yang digunakan pada teknik sambung samping tersebut berasal dari jenis Rispa Clonal Cacao (RCC-70).

Baca Lainnya : Ditemukan, Rasa Cokelat Terbaru dari Biji Kakao Rubi

"Selama ini, banyak tanaman kakao yang dibudidayakan oleh petani benihnya bukan dari jenis benih unggul sehingga berdampak pada produksinya. Akan tetapi dengan teknik sambung samping ini yang berasal dari cabang benih unggul akan berdampak pada produksi yang lebih baik lagi," ujarnya.

Menurutnya, tujuan ini dilakukan sebagai salah satu usaha meningkatkan produktivitas kakao di Aceh Utara, agar lebih menguntungkan bagi petani. Selain itu,  teknik ini menjadi replikasi bagi petani kakao lainnya agar tanaman lebih produktif. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: