Penelitian Ungkap Asteroid Pemusnah Dinosaurus Sebabkan Tsunami Terbesar dalam Sejarah

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
08 Jan 2019   18:00

Komentar
Penelitian Ungkap Asteroid Pemusnah Dinosaurus Sebabkan Tsunami Terbesar dalam Sejarah

Asteroid pemusnah dinosaurus sebabkan tsunami terbesar (National Geographic)

Trubus.id -- Ketika asteroid pembunuh dinosaurus bertabrakan dengan Bumi lebih dari 65 juta tahun yang lalu, asteroid itu tidak memasuki malam dengan indahnya bak dongeng tentang bintang jatuh. Sebaliknya, asteroid tersebut justru menyebabkan tsunami setinggi hampir satu mil melalui Teluk Meksiko yang menyebabkan kekacauan di seluruh lautan dunia, demikian temuan penelitian baru.

Batu luar angkasa sepanjang 14 kilometer, yang dikenal sebagai asteroid Chicxulub, menyebabkan begitu banyak kerusakan, tidak heran asteroid itu mengakhiri zaman dinosaurus, yang menyebabkan kepunahan Cretaceous-Paleogene (K-Pg).

"Asteroid Chicxulub mengakibatkan tsunami global yang sangat besar, yang belum pernah terjadi dalam sejarah modern," kata pemimpin peneliti Molly Range, yang melakukan penelitian sambil mendapatkan gelar masternya di Departemen Ilmu Bumi dan Lingkungan di Universitas dari Michigan.

Baca Lainnya : Unik, Asteroid Berbentuk Cerutu di Tata Surya, Kok Bisa?

Range dan rekan-rekannya mempresentasikan penelitian, yang belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review, pada pertemuan tahunan American Geophysical Union pada 14 Desember di Washington, D.C. "Sejauh yang kami tahu, kami adalah yang pertama memodelkan tsunami secara global dari dampak hingga akhir perambatan gelombang," kata Range kepada Live Science.

Gagasan untuk proyek dimulai ketika dua penasihat Range - Ted Moore dan Brian Arbic, keduanya di Departemen Ilmu Bumi dan Lingkungan di University of Michigan - menyadari ada kesenjangan mencolok di bidang penelitian Chicxulub. Terutama, tidak ada yang menerbitkan simulasi tsunami global yang disebabkan asteroid.

"Baru pada saat memulai proyek ini saya menyadari skala sebenarnya dari tsunami ini, dan merupakan kisah penelitian yang menyenangkan untuk dibagikan," kata Range.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: