Ini Beberapa Hewan Punah di Tahun 2018

TrubusLife
Thomas Aquinus | Followers 0
06 Jan 2019   15:00

Komentar
Ini Beberapa Hewan Punah di Tahun 2018

Burung Makaw Spix (Istimewa)

Trubus.id -- Berakhirnya tahun 2018 ditemukan sebuah realitas baru yang membuat ilmuwan sedih. Diketahui beberapa hewan punah di tahun 2018 serta beberapa spesies yang tinggal sedikit menjadi kabar buruk.

Kepunahan hewan tersebut diperkirakan oleh ilmuwan sekitar 100 hingga 1.000 kali lebih cepat daripada kepunahan yang terjadi secara alami. Pada tahun 2017, ilmuwan menjadi saksi kepunahan dari beberapa spesies dan kelelawar.

Ilustrasi Cryptic Treehunter (BirdLife International)

Sementara itu, tahun 2018 tiga spesies burung yang dianggap terancam punah, dikabarkan telah punah sepenuhnya. Ahli biologi dari kelompok konservasi dari BirdLife International melaporkan bahwa burung dengan karakter unik telah punah di tahun 2018.

Burung hutan pemakan serangga di Hawaii, Po'ouli, telah punah bersama dengan dua burung ''penyanyi'' asal Brasil. Dua burung tersebut dikenal dengan burung pemburu pohon, Cryptic, dan burung pemakan daun, Dago Alagoas. Burung-burung tersebut mungkin kurang terkenal dibandingkan dengan burung beo yang menjadi bintang film kartun ini.

Burung Makaw Spix. (Foto:Istimewa)
 

Burung Makaw Spix dikenal sebagai burung beo yang menjadi karakter terkenal di dalam film animasi berjudul ''Rio''. Burung ini diyakini keberadaannya telah punah di alam liar. Hanya tinggal sekitar 50 ekor Makaw Spix yang tersisa di penangkaran pada tahun 2018.

''Realitas kepunahan sebenarnya adalah proses menghilangnya spesies yang tidak diketahui oleh orang,'' ujar  Sea McKeon, seorang profesor biologi di St. Mary's College of Maryland.

Hewan yang lainnya adalah Vaquita, mamalia yang mirip dengan lumba-lumba dan hidup di Laut Cortez. Vaquita, ditemukan pada akhir tahun 1950-an, adalah mamalia laut terkecil di Bumi. Kabar yang buruk mengungkapkan bahwa hanya tersisa 30 Vaquita liar yang dapat ditemukan oleh ilmuwan.

Vaquita, lumba-lumba langka yang terancam punah. (Foto: Mongabay)
 

''Kami akan kehilangan itu (Vaquita),'' ujar McKeon. Menurutnya, menangkap makhluk liar seperti itu dan ditempatkan di lingkungan penangkaran adalah sesuatu yang sulit.

Tak hanya biayanya yang sangat mahal, namun itu juga dapat mempercepat kematian spesies.

Sementara itu di darat, badak putih utara (subspesies badak putih) juga terancam punah. Badak putih utara berkelamin jantan meninggal di konservasi Ol Pejeta, Kenya, meski sudah dirawat dan dijaga ketat. Dilansir dari Mashable, hal yang lebih menyedihkan, badak putih utara hanya tinggal dua ekor dan itu berkelamin perempuan.

Badak putih utara (Foto: Istimewa)

Hewan yang punah di tahun 2018 ini membuat para para ilmuwan untuk bekerja lebih keras lagi. Dikatakannya, tahun 2019, ilmuwan memperkirakan bahwa hewan yang terancam punah akan ''ditentukan nasibnya''. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Pro Kontra Perlombaan Gajah di Vietnam

Diah Fauziah   Pet & Animal
Bagikan: