New York Larang Penggunaan Wadah Styrofoam Per 1 Januari 2019

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
05 Jan 2019   23:00

Komentar
New York Larang Penggunaan Wadah Styrofoam Per 1 Januari 2019

Styrofoam alias polystyrene doam kini dilarang penggunaannya di New York City (Defeo Associate)

Trubus.id -- Tahun 2013, Dewan Kota mengesahkan undang-undang yang menyatakan restoran, penjual makanan, dan toko NYC tidak dapat memiliki, menjual, atau menawarkan wadah polystyrene atau polistirena atau dikenal luas sebagai styrofoam untuk makanan dan minuman. Selain itu, toko tidak dapat menjual atau menawarkan styrofoam yang digunakan dalam pengiriman karena sulit bagi konsumen dan pejabat sanitasi untuk membuangnya secara berkelanjutan.

Kini, Kota New York secara resmi menjadi yurisdiksi terbesar di Amerika Serikat untuk melarang wadah makanan dan minuman styrofoam. Kebijakan baru kota ini berlaku setelah upaya lobi dan litigasi selama lima tahun dari industri plastik untuk membatalkan inisiatif lingkungan kota.

Baca Lainnya : Plastik Sekali Pakai Tidak Lagi Dipakai Maskapai Asal Portugal

Meski kebijakan tersebut mulai berlaku pada 1 Januari, bisnis akan memiliki periode peringatan enam bulan untuk melakukan perubahan yang diperlukan sebelum departemen sanitasi mulai memberlakukan larangan tersebut. Setelah 30 Juni, pelanggar akan menghadapi denda US$250 (Rp3,5 juta)  untuk pelanggaran pertama mereka.

Untuk mengantisipasi aturan baru, banyak perusahaan layanan makanan NYC telah meninggalkan wadah styrofoam dan beralih ke opsi yang lebih ramah lingkungan, seperti wadah yang terbuat dari aluminium, kertas kompos atau plastik yang mudah didaur ulang.

Baca Lainnya : Peru Ikut Gabung Menjadi Negara yang Melarang Plastik

Sejak memasuki pasar pada tahun 1970-an, wadah makanan dan minuman styrofoam telah menjadi masalah lingkungan karena komposisi rapuh mereka, yang berarti mereka pecah menjadi potongan-potongan kecil dan mengotori jalan-jalan kota, taman, serta pantai.

Lebih buruk lagi, busa tersebut disiram ke saluran pembuangan dan masuk ke saluran air setempat, di mana ikan dan burung salah mengira potongan busa itu sebagai makanan. Sementara jika kontainer berhasil mencapai TPA, mereka bisa bertahan lebih dari satu abad.

Harga wadah yang lebih ramah lingkungan hampir sama dengan busa styrofoam. Namun, jika bisnis dengan pendapatan kotor tahunan di bawah US$500 ribu tidak dapat menemukan pengganti dengan harga yang sebanding, mereka dapat memperoleh pengabaian dari larangan tersebut. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: