Kombinasi Berbagai Awan, Munculkan Efek Ombak di Langit Kota Makassar

TrubusLife
Astri Sofyanti | Followers 0
03 Jan 2019   22:00

Komentar
Kombinasi Berbagai Awan, Munculkan Efek Ombak di Langit Kota Makassar

Penampakan awan cumulonimbus berbentuk ombak di langit kota Makassar. (Istimewa)

Trubus.id -- Awan berbentuk ombak yang terlihat di langit Kota Makassar ini masih terus jadi perbincangan. Pasalnya, fenomena jarang terjadi dan berlangsung tepat di hari pertama tahun 2019. Foto-foto awan berbentuk ombak itu pertama kali diunggah akun media sosial Instagram @makassar_iinfo.

Menurut informasi di dalam unggahan tersebut, foto diambil di Bandar Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Sekalan. Sontak foto dan video tersebut langsung mengundang komentar warganet.

Tapi tahukah kamu awan berbentuk ombak yang terlihat di langit Kota Makassar tersebut adalah awan cumulonimbus?

Baca Lainnya : Fenomena Aneh, Awan Berbentuk Ombak Muncul di Langit Makassar

Lantas, apa itu Awan Cumulonimbus?

Awan ini adalah awan vertikal menjulang yang sangat tinggi (2.000-16.000 meter), padat, dan di dalamnya mengandung badai petir serta cuaca dingin. Cumulonimbus berasal dari bahasa latin "cumulus" berarti kumpulan dan "nimbus" berarti hujan. Awan ini terbentuk karena ketidakstabilan atmosfer.

Awan-awan ini dapat terbentuk sendiri atau berkelompok. Awan ini membesar secara vertikal, bukan horizontal sehingga bisa berbentuk seperti jamur menjulang. Petir yang berada di jantung awan bisa menimbulkan curah hujan tinggi dan angin kencang. Petir ini biasanya menghilang setelah 20 menit.

Tapi jika terdapat energi matahari di atmosfer, petir bisa makin banyak dan berlangsung hingga hitungan jam. Awan ini biasa ditemukan di kawasan tropis.

Baca Lainnya : Heboh Fenomena Gunung Semeru Bertopi, BNPB Tegaskan Bukan Mistis

Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi Raden Inten, Rahmat menuturkan, bentuk awan tersebut sangat lazim terjadi. "Itu awan kombinasi dari berbagai awan, awan cumulonimbus, awan rendah stratus, dan awan menengah dan tinggi," ungkap Rahmat kepada wartawan baru-baru ini.

Kendati begitu, pihaknya menjelaskan, awan ini membawa potensi hujan lebat yang disertai angin kencang.

Bentuk awan cumulonimbus yang menyerupai gelombang tsunami ini juga pernah terjadi di beberapa negara, salah satunya di Sydney, Australia pada 2015. Awan tsunami tersebut diabadikan fotografer Reuters di Pantai Bondi.

Meski bentuknya menyeramkan, namun awan ini dianggap tidak berbahaya lantaran hanya fenomena yang terjadi karena udara lembab bercampur dengan angin yang dingin. "Kami sendiri belum menemukan literatur tentang awan berkaitan dengan gempa," tutur Rahmat kembali. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: