Galapagos Larang Kembang Api untuk Lindungi Satwa Liar

TrubusLife
Karmin Winarta | Followers 0
29 Des 2018   10:00

Komentar
Galapagos Larang Kembang Api untuk Lindungi Satwa Liar

Kura-kura Galapagos (Pixabay)

Trubus.id -- Pergantian tahun, mayoritas penduduk bumi merayakan dengan pesta atau aktivitas lainnya. Pesta tahun baru identik dengan kembang api. Namun bagi Kepulauan Galapagos, kembang api adalah benda haram yang terlarang untuk dinyalakan. Tidak hanya saat perayaan tahun baru, tapi sepanjang hari bulan dan tahun.

Kepulauan Galapagos berada di Samudera Pasifik, sekitar 1.000 kilometer sebelah barat pesisir Amerika Selatan. Kepulauan yang terdiri dari gunung berapi dan bebatuan ini merupakan bagian dari Ekuador. Darwin melakukan penelitian di tempat ini. 

Baca Lainnya: Lawan Tradisi, 400 Kota di China Larang Pesta Kembang Api Saat Imlek, Kenapa?

 Pemerintah setempat mengatakan, mereka telah sepakat membuat keputusan untuk melarang impor, penjualan, distribusi dan penggunaan kembang api di Galapagos.

Alasan pelarangan ini karena kepulauan ini adalah rumah bagi ribuan satwa endemik serta menjadi tujuan wisata. Sehingga wilayah ini tidak akan melakukan perayaan tahun baru dengan kembang api, seperti yang terjadi di wilayah belahan bumi lainnya.  

"Ekosistem sepeka Kepulauan Galapagos sangat terpengaruh oleh kembang api, terutama satwanya yang unik," kata pejabat yang berwenang.

Selain itu ia juga ingin menghindari potensi penurunan kualitas udara atau polusi sumber air.

Baca Lainnya: Perayaan Tahun Baru 2018 Meriah Penuh Kedamaian

Dengan adanya kembang api, apalagi dengan suara yang menggelegar menyebabkan hewan-hewan menderita, mulai dari peningkatan detak jantung, tekanan saraf dan kecemasan, yang secara nyata mengubah perilaku mereka. Akibatnya kelangsungan hidup spesies yang mendiami Situs Warisan Dunia ini terancam.

Phys.org menulis, kampanye untuk melarang penggunaan kembang api di Kepulauan Galapagos diluncurkan pada tahun 2017. Selain itu penggunaan plastik sekali pakai juga telah dilarang di kepulauan ini. 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: