Bikin Bergidik, Berikut Ini 5 Penemuan Sains Paling Aneh di Tahun 2018

TrubusLife
Ayu Setyowati
28 Des 2018   07:00 WIB

Komentar
Bikin Bergidik, Berikut Ini 5 Penemuan Sains Paling Aneh di Tahun 2018

Temuan sendok di tenggorokan. (livescience)

Trubus.id -- Ya, kadang sains itu aneh. Dan setiap tahun, para peneliti menemukan lebih banyak penemuan membingungkan tentang alam semesta tempat kita hidup. Dari anomali medis yang menjijikkan hingga kecebong raksasa, berikut adalah 5 dari sekian banyak temuan paling aneh di tahun 2018.

Sendok di tenggorokan

Kasus seorang pasien yang hanya dikenal sebagai "Tuan Zhang" tiba di Rumah Sakit Umum Xinjiang Meikuang, Tiongkok, pada bulan Oktober. Sendok - yang sebenarnya terbuat dari baja - telah bersarang di kerongkongan pria itu setahun sebelumnya dan tampaknya tidak menyebabkan banyak penderitaan pada dirinya sampai ia mulai merasa sakit setelah dipukul di dada. Tiga dokter melepaskan objek 20 cm itu dalam prosedur operasi yang berlangsung 2 jam.

Kecebong raksasa

Pada awalnya, mereka mengira itu adalah ikan. Tetapi begitu para sukarelawan yang bermaksud untuk mengeluarkan katak invasif (Lithobates catesbeianus) dari Arizona melihat lebih dekat, mereka menyadari bahwa mereka akan menemukan seekor berudu mengerikan.

Dalam sebuah posting blog, herpetologis Earyn McGee menggambarkan penemuan itu, menamainya Goliath, dan berspekulasi bahwa kecebong, yang jauh lebih besar daripada rata-rata katak muda ini menderita semacam ketidakseimbangan hormon. Goliat lebih besar dari kaleng soda, hampir sepanjang pisang. Oh ya, ia masih hidup dan berkembang hingga sekarang.

Diamputasi karena jilatan anjing

Pemilik anjing umumnya berkata kepada diri mereka sendiri bahwa hewan peliharaan mereka tak akan pernah melakukan apa pun yang membahayakan mereka. Sayangnya, seorang pria Wisconsin bernama Greg Manteufel menyadari bahwa mungkin tidak seharusnya membiarkan sahabatnya menjilatnya terlalu banyak.

Ilustrasi jilatan anjing. (Foto: lifescience)

Setelah dirawat di rumah sakit, Manteufel ditemukan menderita infeksi oleh bakteri bernama Capnocytophaga, yang menyebabkan amputasi kaki dan bagian lengannya. Bakteri hidup di sebagian besar hewan peliharaan rumah tangga tanpa menyebabkan masalah, tetapi jika mereka ditularkan ke manusia melalui gigitan atau goresan dan menyebar melalui aliran darah seseorang, mereka dapat menyebabkan konsekuensi yang mematikan.

Silvia Munoz-Price, seorang spesialis penyakit menular mengatakan kepada Live Science bahwa kasus ini sangat jarang. "Lebih dari 99 persen orang yang memiliki anjing tidak akan pernah memiliki masalah ini. Ini hanya kebetulan," katanya.

Kodok tanpa wajah

Di hutan Connecticut, herpetologis Jill Fleming melihat pemandangan yang tak biasa. Seekor katak Amerika (Anaxyrus americanus) tampaknya tak memiliki seluruh wajah dan "terus melompat ke sana ke mari" kicaunya di Twitter. Temuan itu, yang terjadi dua tahun lalu, masih belum memiliki penjelasan lengkap sehingga Fleming menoleh ke situs media sosial untuk melihat apakah kumpulan pikiran ilmiah kolektif mungkin muncul dengan gagasan. Penjelasan yang paling mungkin tampaknya adalah bahwa katak yang malang melakukan hibernasi dan diserang oleh larva lalat katak pemakan daging, yang memakan wajahnya, tetapi meninggalkan bagian tubuhnya yang masih cukup sehat untuk melompat-lompat.

Gelombang panas memanggang kelelawar

Efek buruk perubahan iklim menyebabkan 200 kelelawar mati terpanggang. (Foto: Lifescience)

Efek buruk dari perubahan iklim semakin memburuk tiap tahun. Pada bulan Januari, gelombang panas di negara bagian New South Wales di Australia mengalami peningkatan suhu hingga 111,5 derajat Fahrenheit (44,2 derajat Celsius), yang menyebabkan setidaknya 200 kelelawar jatuh dari langit, dan mati. Makhluk-makhluk yang dilanda panas itu seperti terpanggang hidup-hidup. Menurut seorang peneliti, Kate Ryan, "Ini memengaruhi otak mereka - otak yang seperti terbakar dan mereka menjadi tidak koheren," katanya, menurut sebuah surat kabar lokal. [RN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: