Anggota AOI: Pertanian Organik Bisa Kurangi Efek Gas Rumah Kaca

TrubusLife
Karmin Winarta
19 Des 2018   14:31 WIB

Komentar
Anggota AOI: Pertanian Organik Bisa Kurangi Efek Gas Rumah Kaca

Lidia Naibaho, dewan perwakilan anggota AOI (Fb: Lidia Naibaho)

Trubus.id -- Beberapa hari lalu heboh pemberitaan mengenai tanaman organik yang lebih berdampak buruk pada iklim dibanding tanaman konvensional yang ditanam seperti biasa. Temuan ini merupakan hasil penelitian dari Chalmers University of Technology di Swedia.

Menanggapi hal tersebut, Lidia Naibaho, Dewan Perwakilan Anggota Aliansi Organik Indonesia (AOI) mengatakan, kurang setuju dengan hasil tersebut. Menurutnya, apa yang dilihat dalam pertanian non organik justru sebaliknya yakni, merusak tanah dan berdampak buruk bagi ekosistem. 

Baca Lainnya: Buruk, Dampak Makanan Organik pada Perubahan Iklim

"Melalui beberapa studi yang saya baca, pertanian organik  juga mengurangi efek gas rumah kaca. Selain itu, pertanian organik meminimalkan konsumsi energi yang dibutuhkan dalam pembuatan berbagai pupuk sintesis, " katamya kepada Trubus.id Rabu (19/12).

Lidia yang sudah sejak sepuluh tahun lalu dengan Yayasan Petrasa yang ada di Sidikalang, Sumatera Utara ini juga menolak jika dikatakan pertanian organik perlu lahan yang lebih luas jika dibandingkan dengan pertanian konvensional untuk memperoleh hasil yang sama.

Baca Lainnya: Melirik Potensi Microgreens, Si Sayuran Mini dengan Manfaat Maksi

"Dari yang kami lihat di sini juga, hasil dari luas lahan yang sama setelah beberapa kali tanam, bisa hampir sama dengan non organik, " tambahnya.

Lidia saat ini terus mengembangkan pertanian organik di Sumatera Utara. Saat ini ia tengah memberdayakan lima ribuan petani di Sidikalang, mulai dari penanaman sampai dengan pemasarannya. Semuanya memakai sistem tanam organik.  

 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: