Singapura Larang Penjualan Minuman dengan Kadar Gula Tinggi

TrubusLife
Ayu Setyowati
12 Des 2018   09:15 WIB

Komentar
Singapura Larang Penjualan Minuman dengan Kadar Gula Tinggi

Ilustrasi minuman kemasan tinggi gula. (Indian Nerve)

Trubus.id -- Singapura akan jadi negara pertama yang melarang penjualan minuman dengan kandungan gula yang tinggi, entah itu berupa jus kemasan atau minuman bersoda. Hal tersebut terungkap lantaran Departemen Kesehatan Singapura tengah menggodok peraturan terkait hal tersebut, seperti dilansir dari Straits Times.

Kementerian Kesehatan bersama dengan Dewan Promosi Kesehatan Singapura tengah menggarap sejumlah strategi untuk membatasi konsumsi minuman dengan kandungan gula tinggi agar para warga terhindar dari beberapa masalah kesehatan yang bisa diakibatkannya. Mulai dari diabetes hingga obesitas.

Minuman mengandung gula dalam kategori menengah hingga tinggi ialah minuman yang yang terbuat lebih dari 4 sendok teh gula per porsi. Menurut Departemen Kesehatan, rata-rata konsumsi gula warga Singapura adalah 12 sendok teh per hari, di mana setengah dari total konsumsi gula tersebut berasal dari minuman yang mereka konsumsi.

Baca Lainnya: Minuman Tinggi Gula Lebih Berbahaya daripada Makanan Manis, Benarkah?

Karenanya, dua badan pemerintah tersebut baru-baru ini mengusulkan beberapa peraturan baru untuk mengatasi gaya hidup tak sehat tersebut. Ada empat peraturan baru yang mereka usulkan dan keempatnya masih menunggu timbal balik dari warga Singapura, antara lain sebagai berikut.~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~End Page~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

  1. Memberlakukan larangan total pada minuman kemasan tinggi gula
  2. Menetapkan pajak tunggal atau berjenjang pada minuman mengandung gula tinggi
  3. Label yang menjelaskan kandungan nutrisi minuman wajib ada di bagian depan kemasan
  4. Melarang iklan minuman mengandung gula tinggi di semua platform seperti media sosial hingga iklan di transportasi umum

Sebelumnya, pemerintah Singapura telah mengambil langkah-langkah lain untuk mengurangi konsumsi minuman manis tersebut. Seperti penjualan minuman mengandung gula kategori medium ke tinggi tak diperbolehkan dijual di seluruh sekolah.

Dampak pengurangan konsumsi gula harian ternyata sangat bermanfaat bagi tubuh. WHO menunjukkan bukti bahwa mengurangi asupan gula sebanyak 25 gram atau 6 sendok teh sehari bisa mengurangi risiko terkena obesitas dan kerusakan gigi. Pihaknya juga berharap agar banyak negara yang menetapkan kebijakan untuk mengurangi konsumsi gula berlebih. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: