Lebih dari 95 Persen Populasi Dunia Hirup Udara Tak Sehat 

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
09 Des 2018   11:00

Komentar
Lebih dari 95 Persen Populasi Dunia Hirup Udara Tak Sehat 

Ilustrasi polusi udara (Istimewa)

Trubus.id -- Menurut Laporan Global Air Global Report 2018 dari Health Effect Institute, lebih dari 95 persen populasi dunia menghirup udara yang melebihi tingkat polusi yang dianggap aman oleh World Health Organization (WHO). Negara-negara berkembang menanggung sebagian besar beban ini karena pembangunan ekonomi melampaui perlindungan terhadap lingkungan.

Mengandalkan data satelit dan sistem pemantauan udara dari seluruh dunia, laporan ini menyoroti kepadatan udara berpolusi di luar ruangan, atau udara ambien, dengan fokus khusus pada materi partikulat udara kurang dari atau sama dengan diameter 2,5 mikrometer. 

Berdasarkan laporan, paparan di seluruh dunia terhadap materi partikulat ini berkontribusi terhadap 4,1 juta kematian pada tahun 2016 - tahun dari mana data terbaru tersedia - menjadikannya penyebab kematian keenam di seluruh dunia setelah tekanan darah tinggi, merokok dan berbagai penyebab terkait diet.

Baca Lainnya : Masyarakat Peduli Lingkungan Gugat 7 Stakeholder Terkait Polusi Udara di Jakarta

Polusi udara rumah tangga yang dihasilkan oleh sumber bahan bakar padat seperti batubara dan kayu menyebabkan 2,6 juta kematian.

Cina dan India menyumbang sekitar 51 persen dari kematian akibat polusi udara. Kedua negara tersebut membuat perubahan pada kualitas udaranya, tetapi jalannya masih panjang. 

Sebuah studi terpisah yang diterbitkan pada Desember 2018 menunjukkan bahwa 1,24 juta orang di India meninggal akibat polusi udara pada tahun 2017. Yang lebih menyedihkan adalah, lebih dari 51 persen dari kematian itu adalah berusia lebih muda dari 70 tahun. Polusi udara dalam ruangan dari bahan bakar memasak merenggut 480.000 jiwa.

Baca Lainnya : Chile Umumkan Keadaan Darurat Karena Polusi Udara

"Ada alasan untuk optimis, meskipun jalannya masih panjang," kata Bob O`Keefe, wakil presiden institut itu, kepada The Guardian. "China tampaknya sekarang bergerak cukup agresif, misalnya dalam memotong batubara dan kontrol yang lebih kuat. India telah benar-benar mulai meningkatkan solusi atas polusi udara dalam ruangan, misalnya melalui penyediaan LPG [gas bahan bakar cair] sebagai bahan bakar memasak, dan melalui elektrifikasi." lanjutnya.

Cina dan India bukan satu-satunya negara yang menderita polusi udara. American Lung Associated merilis laporan State of the Air sendiri. Studi mereka menemukan bahwa empat dari 10 orang yang tinggal di Amerika Serikat juga tinggal di daerah dengan tingkat ozon dan polusi udara yang tidak sehat. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: