Ecobrick Jadi Solusi Atasi Masalah Sampah Plastik

TrubusLife
Astri Sofyanti | Followers 0
07 Des 2018   14:30

Komentar
Ecobrick Jadi Solusi Atasi Masalah Sampah Plastik

Ilustrasi (Istimewa)

Trubus.id -- Berkaca pada kematian ikan paus di Kepulauan Seribu akibat banyak memakan sampah, membuat pemerintah saat ini fokus pada penanganan volume sampah plastik yang kian membludak. Sebagaimana diketahui, hingga saat ini sampah plastik yang tidak bisa diurai menjadi penyebab utama kematian biota laut.

Guna menanggulangi volume sampah plastik yang kian banyak, Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu memiliki salah satu solusi dalam menangani masalah sampah plastik. Para petugas kebersihan Suku Dinas Lingkungan Hidup memanfaatkan sampah dengan membuat bahan perabotan dari sampah anorganik bernama Ecobrick.

Cara membuatnya juga cukup mudah dan sederhana. Bahan-bahan yang diperlukan adalah satu botol plastik air mineral dengan ukuran sesuai kebutuhan. Botol berukuran 1,5 liter dapat diisi hingga 500 gram sampah sedangkan botol berukuran 600 mililiter dapat diisi sampah hingga 200 gram.

Baca Lainnya : Sampah Plastik Kota Depok Capai 100 Ton per Hari

Untuk mempermudah memasukkan sampah ke dalam botol, sampah terlebih dahulu digunting hingga menjadi bagian-bagian kecil. Sebuah tongkat kayu ataupun bambu seukuran mulut botol juga harus digunakan untuk menekan sampah di dalam botol agar semakin padat.

Setelah seluruh botol sudah dipadati sampah, maka botol dapat didempetkan dan diikat dengan tali atau lakban membentuk lingkaran penuh untuk membuat tempat duduk.

Kepala Sudin LH Kepulauan Seribu, Yusen Hardiman mengatakan, Ecobrick adalah salah satu cara mengurangi peredaran sampah dengan memanfaatkan botol plastik sebagai mediumnya.

Baca Lainnya : Lampung Darurat Sampah, Harusnya Dikelola Sistematis dan Berkelanjutan

"Setiap botol plastik harus diisi penuh dengan sampah anorganik hingga keras dan padat. Nantinya, botol yang sudah padat dapat digunakan untuk membuat kursi, meja, pot bunga, bahkan dinding pembatas," kata Yusen kepada wartawan di Kepulauan Seribu, baru-baru ini.

Lebih lanjut Yusen mengatakan, petugas Sudin LH diwajibkan membuat satu Ecobrick dalam sehari. Menurutnya, hal tersebut bermanfaat untuk mengedukasi masyarakat terhadap bahaya sampah plastik, terutama jika menumpuk di laut.

Menurutnya cara ini dinilai efektif untuk mengurangi timbulan sampah, pihak Sudin LH lalu memperluasnya ke warga di pulau lain, terutama bagi petugas harian kebersihan yang disebar di berbagai pulau. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

6 Bumbu Herba Alami untuk Pengidap Diabetes

Ayu Setyowati   Plant & Nature
Bagikan: