WHO: Pajak Minuman Manis di Filipina Cegah 24 Ribu Kematian Prematur

TrubusLife
Diah Fauziah | Followers 0
07 Des 2018   06:00

Komentar
WHO: Pajak Minuman Manis di Filipina Cegah 24 Ribu Kematian Prematur

Ilustrasi minuman manis. (Popsugar)

Trubus.id -- Rabu (5/12), organisasi kesehatan dunia, WHO, mengatakan jika Filipina dapat mencegah 24.000 kematian prematur terkait penyakit diabetes, stroke dan gagal jantung dalam dua dekade berikutnya setelah mengadopsi pajak atas minuman manis.

Pajak minuman manis diberlakukan mulai tahun 2018. Dapat mengurangi konsumsi dan menghindari hampir 6.000 kematian terkait diabetes, 8.000 stroke dan lebih dari 10.000 penyakit jantung selama 20 tahun, menurut penelitian WHO.

"Pajak minuman manis yang baru dapat membantu mengurangi kematian prematur terkait kematian dan meningkatkan kesejahteraan keuangan di Filipina," kata para peneliti.

Baca Lainnya : Stevia, Pemanis Tanpa Kalori yang Diklaim Lebih Baik dari Gula

Selain itu, pajak, bagian dari serangkaian reformasi yang bertujuan membantu mendanai infrastruktur, dapat menghasilkan penghematan kesehatan sekitar US$627 juta dan pendapatan tahunan sebesar US$ 813 juta.

Tingginya konsumsi minuman bersoda menjadi penyebab utama obesitas dan membengkaknya beban penyakit tidak menular, kata WHO. Itulah kenapa, sejak Januari 2018, harga eceran minuman manis lebih mahal 13 persen setelah Filipina memberlakukan pajak.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Buruk, Dampak Makanan Organik pada Perubahan Iklim

Karmin Winarta   Health & Beauty
Bagikan:          
Bagikan: