Seperti Mamalia, Laba-laba Peloncat Ini Juga "Menyusui" Anaknya

TrubusLife
Ayu Setyowati
03 Des 2018   13:00 WIB

Komentar
Seperti Mamalia, Laba-laba Peloncat Ini Juga "Menyusui" Anaknya

Laba-laba jenis Toxeus magnus (Cosmos Magazine)

Trubus.id -- Mamalia tentu saja menyusui, tetapi non-mamalia lainnya memiliki ramuan kaya nutrisi serupa yang mempunyai tujuan yang sama, loh. Laba-laba salah satunya. Betina dari spesies Toxeus magnus menghasilkan sesuatu yang sangat dekat dengan susu - selanjutnya kita sebut saja susu. Mereka menghasilkan zat seperti susu yang sangat banyak, yang akan terus diproduksi setelah kematangan seksual.

Penemuan ini dilaporkan oleh para peneliti di Chinese Academy of Sciences. Mereka mempelajari laba-laba T. magnus, spesies laba-laba peloncat alias jumping spider yang lebih mirip semut daripada laba-laba. Para peneliti tertarik pada mengapa laba-laba ini seringditemukan berkeliaran di sarang mereka untuk jangka waktu yang lama, kadang-kadang sampai 20 hari atau lebih, pada saat itu mereka seharusnya meninggalkan sarang. 

Banyak induk laba-laba menjaga telur-telur mereka atau meninggalkan camilan bagi bayi-bayi ketika mereka menetas, jadi laba-laba T. magnus tidak aneh dalam skema besar. Yang aneh bagi para peneliti adalah, sang induk tidak pernah meninggalkan sarang untuk mencari makanan bagi bayi, namun bayi-bayi itu tetap tumbuh konsisten.

Baca Lainnya: 8 Fakta Llama, Hewan Unik yang Ekspresif

Salah satu peneliti, Zhanqi Chen, melihat sesuatu yang aneh. Seekor laba-laba muda tampaknya melekat pada bagian bawah ibunya. Ketika Chen melihat lebih dekat, sepertinya laba-laba kecil itu benar-benar menyusu. Chen mengambil salah satu betina dewasa dan membawanya ke bawah mikroskop. Dengan sedikit dorongan di perutnya, setetes cairan putih merembes keluar. Mereka menganalisa cairan dan menemukan,cairan itu mengandung gula, lemak dan sekitar empat kali jumlah protein susu sapi.

Ternyata itulah rahasia laba-laba untuk tumbuh. Susu laba-laba.

Berbekal informasi baru ini, para peneliti melihat lebih fokus ke sarang. Ternyata sang induk sedang menyekresi susu ini di titik-titik sepanjang sarang selama sekitar satu minggu, dan bayi laba-laba akan melahapnya. Inilah kenapa tidak ada laba-laba yang meninggalkan sarang untuk mencari makanan. Setelah seminggu, anak alaba-laba akan menyedot susu langsung dari ibunya.

Baca Lainnya: India Segera Larang Semua Hewan Tampil di Sirkus Pertunjukan

Bayi-bayi itu menyusu selama hampir 40 hari, melewati titik ketika mereka bisa pergi dan mendapatkan makanan sendiri. Setelah periode 40 hari ini, sang induk akan memaksa anak-anaknya yang pergi. Sedangkan anak-anak betinanya diizinkan tinggal dan terus diberi makan jika mereka mau. Peneliti menduga perilaku ini dimaksudkan untuk mencegah perkawinan sedarah. 

Tentu saja, masih ada banyak pertanyaan tentang laba-laba dan prosesnya. Apakah ada kelenjar yang menghasilkan susu? Apakah susu ini juga memberikan laba-laba hormon dan bakteri yang membantu kekebalan tubuh, seperti susu mamalia?  

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Mulai Sekarang Hindari 5 Kesalahan Cuci Tangan Ini!

Health & Beauty   30 Mei 2020 - 22:03 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masker Wajah Membuat Kacamata Berembun? Ini Dia Cara Mengatasinya

Health & Beauty   30 Mei 2020 - 20:07 WIB
Bagikan: