Awas, Stres Bisa Pengaruhi Kecantikan Kulit Loh

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
29 Nov 2018   17:30

Komentar
Awas, Stres Bisa Pengaruhi Kecantikan Kulit Loh

Stress bisa memengaruhi kecantikan kulit manusia. (The Australian)

Trubus.id -- Banyak faktor eksternal yang bisa menyebabkan terganggunya keseimbangan kondisi kulit. Mulai dari pengaruh buruk sinar UV, pola hidup tak sehat hingga perawatan kecantikan yang tidak teratur. Namun, ada faktor internal yang berperan penting dalam memengaruhi kesehatan dan kecantikan kulit, yakni gangguan kecemasan atau stres.

Stres akan menimbulkan reaksi kimia di dalam tubuh yang membuat kulit menjadi lebih sensitif dan reaktif. Lalu bagaimana kondisi kulit saat tubuh berada dalam tingkat kecemasan tinggi? Simak penjelasan ahli dermatologi berikut ini.  

Wajah kusam, garis halus makin jelas

Menurut dermatologis asal New York, Kavita Mariwalla, MD, tekanan depresi dapat menyebabkan kulit menjadi kusam, pucat, bahkan kehilangan elastisitasnya. Stres dan cemas memberikan dampak kerusakan pada DNA di dalam sel-sel tubuh.

Kondisi ini jelas mengganggu bagian telemores (ujung rantai jaringan DNA) yang bekerja melindungi kromosom dan memengaruhi usia sel-sel kulit. Akibatnya, sel-sel menjadi cepat mati dan sistem kerja tubuh tidak maksimal.

Jaringan kulit terluka

Saat mengalami gangguan kecemasan, penderita cenderung melakukan hal-hal di luar akal sehat. Hal ini disetujui oleh Abigail Waldman, MD—Ahli Dermatologi dari Brigham and Women’s Hospital Boston—bahwa kebiasaan tersebut bisa berupa perilaku yang menyakiti diri sendiri. Misalnya menggaruk kulit yang merupakan salah satu kebiasaan penderita kecemasan hingga menyebabkan luka dan bekas yang sulit dihilangkan.

Parahnya lagi, sebuah penelitian menunjukan bahwa 3,6 persen penderita kecemasan berusia dewasa berisiko mengalami trikotilomania - penyakit yang menimbulkan keinginan untuk menarik rambut hingga rontok bahkan botak permanen lantaran adanya tekanan depresi dan psikologis dari dalam diri.

Timbulnya penyakit kulit

Menurut Waldman, kondisi kulit seperti peradangan, kemerahan, hingga iritasi yang mengarah pada penyakit eksim atau psoriasis, bisa saja disebabkan oleh tekanan depresi yang sedang dialami. Hormon kortisol stres yang meningkat berlebihan, menghalangi sistem imunitas untuk melindungi kulit.

Umumnya, pasien yang memiliki gangguan pada kulit cenderung mengalami kecemasan baik secara individu maupun sosial. Karena itulah, Waldman membenarkan bahwa stres berkepanjangan dapat memengaruhi kondisi kulit yang negatif. Jika mengalami hal serupa, Waldman menyarankan untuk mengunjungi psikiater selain ahli dermatologi.   

Kulit rusak dan kondisi sulit tidur

Penelitian menunjukan jika kondisi stres yang disebabkan oleh hal-hal kecil sudah dapat menimbulkan efek negatif pada waktu tidur seseorang. Tak hanya itu, selain membuat tubuh jadi lelah, kondisi tersebut juga memengaruhi penampilan.

Kantung dan lingkaran hitam di bawah mata dan tanda-tanda penuaan lain tak diragukan bakal muncul. Penggunaan skincare yang tepat dapat membantu menyamarkan permasalahan tersebut. Namun, tidak ada solusi yang lebih baik dibandingkan tidur cukup selama 7 – 8 jam setiap hari.

Jadi kalau mau tetap cantik, hindari stres yah Trubus Mania!

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: