Lebih Kuat dari Besi, Apa Sebenarnya Bahan Jaring Laba-laba? 

TrubusLife
Ayu Setyowati
29 Nov 2018   14:46 WIB

Komentar
Lebih Kuat dari Besi, Apa Sebenarnya Bahan Jaring Laba-laba? 

Jaring laba-laba (Istimewa)

Trubus.id -- Layaknya milik tokoh fiksi Spiderman, jaring laba-laba memang dikenal sebagai salah satu material alami yang kuat. Kini, para peneliti dari College of William and Mary telah berhasil mengungkapkan rahasianya setelah mempelajari jaring laba-laba Loxosceles reclusa alias laba-laba pertapa cokelat menggunakan mikroskop gaya atom. 

Ternyata diketahui, kekuatan itu berasal dari jumlahnya. Hasil pengamatan mikroskop hingga tingkat molekular menunjukkan bahwa setiap helai jaring laba-laba sebetulnya terbuat dari ribuan benang nano yang disusun secara paralel, di mana setiap helainya yang terbuat dari protein memiliki diameter kurang dari sepersejuta inci dan panjang yang setidaknya 50 kali lipat dari lebarnya. 

Baca Lainnya: Suka Memangsa Pasangannya, Ini 5 Fakta Lain Laba-laba Black Widow

Diameter tersebut ratusan ribu kali lebih tipis daripada rambut manusia. Secara individu, benang-benang nano ini memang lemah, namun ketika disimpulkan dengan cara khusus, benang laba-laba ini bisa menahan beban lima kali lebih banyak dibanding besi berukuran sama. 

Salah satu anggota tim, Hannes Schniepp, mengatakan bahwa mereka menduga akan menemukan fibernya sebagai satu massa tunggal, tetapi ternyata benang (laba-laba) lebih mirip kabel kecil. 

Baca Lainnya: Unik, Laba-laba Bikin Jaring 300 Meter di Musim Kawin

Sebetulnya, ide bahwa jaring laba-laba terbuat dari banyak benang nano memang telah diusulkan sebelumnya. Namun baru kali ini para peneliti mampu membuktikannya. Meski demikian, bukan berarti semua laba-laba memiliki struktur benang yang sama. 

Dari bentuknya saja, benang laba-laba L. reclusa lebih pipih daripada silinder, di mana jenis benang ini lebih cocok untuk menangkap mangsa yang berada di tanah. Berangkat dari pemahaman ini, para peneliti kemudian menciptakan sebuah model struktural yang mungkin bisa digunakan sebagai dasar untuk membuat material baru. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Perubahan Iklim Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Anak Seluruh Dunia

Health & Beauty   19 Nov 2019 - 07:12 WIB
Bagikan:          
Bagikan: