Lilin Aroma Berbasis Parafin Bisa Sebabkan Kanker dan Asma?

TrubusLife
Ayu Setyowati
28 Nov 2018   19:00 WIB

Komentar
Lilin Aroma Berbasis Parafin Bisa Sebabkan Kanker dan Asma?

Lilin aroma bisa sebabkan polusi dan penyakit. (Reductress)

Trubus.id -- Lilin adalah aksen yang bagus untuk dimasukkan ke dalam dekorasi dan juga untuk difoto ketika nyala api yang berkedip-kedip di dalam guci menyinari malam gelap di rumah. Lilin beraroma selain bagus untuk dilihat juga enak untuk dihirup, namun lilin favorit kita ini dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada yang bisa dibayangkan.

Di era pengaruh media sosial dan merek mewah yang mempromosikan aromaterapi, tidak heran mengapa penjualan lilin melonjak. Namun ada fakta tersembunyi di balik aroma rasa nyaman dan kehangatan hangat yang dibawa lilin, yakni penyakit dan polusi.

Mayoritas lilin diproduksi terbuat dari lilin parafin, yang merupakan produk sampingan dalam rantai penyulingan minyak bumi. Dalam arti, itu adalah bagian bawah laras atau yang terburuk dari yang terburuk. Ketika lilin tertentu dibakar, mereka melepaskan zat toluena dan benzena, keduanya dikenal sebagai karsinogen.

Baca Lainnya : Gawat, Polusi Udara Mengancam 90 Persen Anak di Dunia

Dalam sebuah penelitian oleh Southern Carolina State University, peneliti membandingkan lilin berbahan dasar minyak dan sayuran untuk menentukan emisinya. Peneliti membiarkan lilin terbakar hingga enam jam dalam kotak kecil dan mengumpulkan dan menganalisis kualitas udara. Studi ini menyimpulkan bahwa lilin yang berbasis parafin (yang paling populer) memancarkan bahan kimia beracun seperti toluena dan benzena.

“Lilin parafin yang kami uji melepaskan bahan kimia yang tidak diinginkan ke udara. Bagi seseorang yang menyalakan lilin setiap hari selama bertahun-tahun atau hanya menggunakannya sering, menghirup polutan berbahaya yang melayang di udara dapat berkontribusi pada pengembangan risiko kesehatan seperti kanker, alergi umum dan bahkan asma,” kata Ruhullah Massoudi, seorang ahli kimia profesor di Southern Carolina State University, seperti diberitakan Tree Hugger. "Tak satu pun dari lilin berbasis sayuran menghasilkan bahan kimia beracun." ungkapnya lagi.

Baca Lainnya : Benarkah Polusi Udara Bisa Turunkan Fungsi Otak pada Manusia?

"Wewangian juga berbahaya, karena selama 50 tahun terakhir, 80 hingga 90 persen wewangian telah disintesis dari minyak bumi dan beberapa bahan kimia berbahaya yang umum ditemukan dalam produk-produk yang wangi termasuk aseton, fenol, toluena, benzil asetat dan limonene," menurut sebuah studi tahun 2009,  Fragrance in the Workplace is the New Second-Hand Smoke oleh University of Maryland.

Laporan EPA tahun 2001 menyebutkan bahwa membakar lilin di dalam ruangan dapat menyebabkan polusi udara dan “dapat menyebabkan konsentrasi udara dalam ruangan di atas ambang batas yang direkomendasikan EPA.”

Jika memang harus menyimpan satu atau dua lilin di rumah, pilihan paling aman adalah membeli lilin organik kedelai atau lilin lebah yang tidak beraroma. Diffuser minyak esensial juga merupakan cara yang bagus untuk menjaga rumah tetap segar sepanjang tahun. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Penangkapan Ikan Besar-besaran Ganggu Rantai Makanan di Laut Bohai

Plant & Nature   14 Nov 2019 - 20:52 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: