Penelitian 20 Tahun Ini Ungkap Makanan Penguat Daya Ingat pada Pria

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
24 Nov 2018   20:18

Komentar
Penelitian 20 Tahun Ini Ungkap Makanan Penguat Daya Ingat pada Pria

sayuran berdaun hijau, makanan kaya karotenoid, dan buah berry, jika rutin dikonsumsi mampu mempertahankan daya ingat (Self Mastery Radio)

Trubus.id -- Dari sebuah riset yang digelar selama 20 tahun, terhadap 27.842 pria, yang berprofesi sebagai tenaga medis, ditarik kesimpulan bahwa sayuran berdaun hijau, makanan kaya karotenoid, dan buah berry, jika rutin dikonsumsi mampu mempertahankan daya ingat, hingga usia lanjut. 

Ketika penelitian ini pertama kali digulirkan oleh the Harvard T.H. Chan School of Public Health, para responden rata-rata berusia 51 tahun. Kini, saat tes pengukuran kemampuan kognitif dilakukan, usia rata-rata responden mencapai 73 tahun. 

Pada awal riset, peserta diminta untuk melengkapi kuisioner tentang asupan harian dari sayur, buah, dan makanan lainnya. Pengisian data semacam itu dilakukan selama empat tahun sekali, hingga 20 tahun masa penelitian. 

Disebutkan bahwa periset menetapkan jumlah minimal konsumsi sayuran mentah sebanyak satu cangkir atau dua cangkir untuk sayuran hijau. Sementara, porsi minimal untuk mengonsumsi buah adalah satu cangkir atau setengah cangkir dalam bentuk jus. 

Periset juga melakukan uji kemampuan kognitif sebelum masa akhir riset. Tes pengukuran kemampuan kognitif dilakukan dengan menanyakan tanggapan peserta mengenai perubahan daya ingat yang dirasakan. Juga tentang kesulitan yang dialami saat mengingat hal pendek, seperti daftar belanja. Dr. Changzheng Yuan, selaku pemimpin riset, memaparkan, peserta yang mengonsumsi sayur dan buah 18-22 tahun lebih awal, akan kecil kemungkinannya mengalami perluasan masalah kognitif. 

Bahkan, sebelum enam tahun pengukuran kognitif dilakukan, peneliti menemukan manfaat konsumsi sayur dan buah tetap terasa, meski peserta mengonsumsinya dalam jumlah kecil. 

Kendati demikian, diakui bahwa penelitian ini masih terbatas, karena kemampuan ingatan dan berpikir peserta tidak diuji pada awal riset. Padahal, pengukuran tersebut akan membantu tim melihat bagaimana perubahan kemampuan berpikir dan daya ingat responden. 

Namun, periset berasumsi, responden memiliki kemampuan kognitif yang tinggi. Hal ini karena seluruh responden adalah tenaga medis. "Riset ini hanya menyoroti kaum pria saja, sehingga hasilnya mungkin tak berlaku untuk wanita," tambah Yuan. 

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi apakah makan buah dan sayuran tertentu dapat secara langsung mencegah penurunan daya ingat. [RN]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Buruk, Dampak Makanan Organik pada Perubahan Iklim

Karmin Winarta   Health & Beauty
Bagikan:          
Bagikan: