Ubah Citra Hewan Berdarah Dingin, Komunitas Reptil BSD Rutinkan Edukasi 

TrubusLife
Ayu Setyowati
24 Nov 2018   19:00 WIB

Komentar
Ubah Citra Hewan Berdarah Dingin, Komunitas Reptil BSD Rutinkan Edukasi 

Komunitas Reptil BSD ingin mengedukasi sekaligus mengajak masyarakat mencintai reptil alih-alih membasminya (Instagram/komunitas_reptil_bsd)

Trubus.id -- Reptil kerap dianggap sebagai hewan mengerikan atau menjijikkan, sehingga tak sedikit orang menghindari, alih-alih menjadikannya peliharaan. Namun tak sedikit juga orang-orang membentuk komunitas yang justru ingin mengedukasi masyarakat bahwa ular, salamander, kalajengking, dan kawan-kawannya tidaklah seseram yang dibayangkan. 

Berawal dari kecintaannya terhadap reptil, Vera Nur Prada dan beberapa temannya tergerak untuk mendirikan sebuah komunitas reptil. “Awalnya hanya untuk bertukar informasi dan pengetahuan, namun ternyata lebih banyak yang bisa kami lakukan lewat komunitas ini,” kata gadis 18 tahun ini kepada Trubus id. 

Leopard gecko (Foto: Instagram/komunitas.reptil_bsd)

Komunitas Reptil BSD - sesuai basis domisili mayoritas anggota - yang dimulai pada 17 Januari 2018 ini rutin mengadakan gathering seminggu sekali di taman-taman kota. Dan hampir tiap bulannya membuka stand di beberapa kafe. “Tujuannya untuk membuka wadah edukasi kepada masyarakat tentang reptil. Membagi contoh bahwa reptil itu tidak semengerikan yang orang kira, loh,” jelas Vera. 

Biasanya, dalam sesi edukasi tersebut, Komunitas BSD yang telah beranggotakan 30 orang dari berbagai kalangan dan usia ini membawa beberapa contoh reptil seperti iguana, ular, tokek, kadal, kura-kura hingga kalajengking. Di sana mereka memberi kesempatan kepada pengunjung untuk melihat, mencoba menyentuh, hingga bertanya apa pun tentang reptil, termasuk profil hingga perawatannya. 

“Kita juga menjelaskan bahwa sebetulnya reptil itu tidak semuanya berbahaya, tergantung bagaimana kita memperlakukannya. Serta bagaimana cara kita menghadapi reptil liar jika misalnya tidak sengaja bertemu,” ujar Vera. 

Untuk menjadi anggota komunitas ini tidak ada syarat tertentu yang wajib dipenuhi, “Yang penting punya keinginan untuk tahu lebih banyak dan keinginan untuk memelihara. Tidak harus juga punya peliharaan dulu baru gabung, kita bisa share informasi dulu sampai yakin ingin memelihara. 

Tidak hanya bersama-sama memelihara reptil dari sesama anggota, komunitas ini juga melakukan animal rescue, alias menyelamatkan reptil liar untuk tujuan dipelihara.

“Kita  pernah menemukan sanca jawa, dan beberapa jenis ular lain yang akhirnya dipelihara anggota,” kata perempuan yang juga punya peliharaan ular jenis ball phyton alias sanca bola (Python regius) ini. 

Ketika ditanya tentang tujuan jangka panjang komunitasnya, Vera menjelaskan bahwa mereka bercita-cita mendirikan sebuah rumah penampungan bagi reptil liar dari kegiatan animal rescue, di mana orang-orang bisa memeliharanya di kemudian hari. 

“Selain itu kita juga ingin orang lebih mengenal reptil sehingga tidak ada ketakutan atau rasa jijik yang berubah menjadi keinginan untuk membunuh atau membasmi. Kami ingin orang-orang juga mencintai reptil sebagaimana anjing atau kucing.” pungkasnya. 

Kegiatan komunitas ini bisa Trubus Mania ikuti di Instagram @komunitas_reptil_bsd dan di Facebook Komunitas Reptil BSD (KRB). 


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bawang Merah dan Daun Bawang Manakah yang Lebih Sehat

Health & Beauty   29 Jan 2021 - 09:39 WIB
Bagikan:          

Dosen IPB University Berbagi Tips Merawat Ikan Hias

Pet & Animal   12 Jan 2021 - 10:50 WIB
Bagikan:          
Bagikan: