Solidaritas Kemanusiaan untuk Kemandirian Obat dan Vaksin Antara Negara Anggota OKI

TrubusLife
Diah Fauziah
21 Nov 2018   20:30 WIB

Komentar
Solidaritas Kemanusiaan untuk Kemandirian Obat dan Vaksin Antara Negara Anggota OKI

Perwakilan dari negara anggota OKI saat mengadakan pertemuan di Jakarta (21/11). (Dok. Humas BPOM)

Trubus.id -- Rencana BPOM untuk berkolaborasi meningkatkan kapasitas regulasi dan produksi industri farmasi dalam memenuhi kemandirian serta keterjangkauan obat, termasuk vaksin di negara OKI (Organisation of Islamic Organization), direspon positif.

Untuk itu, BPOM menginisiasi pertemuan The 1st Meeting of the Heads of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) from the Organization of Islamic Cooperation Member States yang diadakan pada Rabu dan Kamis (21-22 November) di Jakarta.

Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, berkomitmen memberikan kontribusi nyata memajukan negara anggota OKI di semua sektor, termasuk kesehatan.

Terbatasnya akses dan keterjangkauan obat serta vaksin di dunia, terutama di negara konflik dan berpendapatan rendah, menyebabkan angka kematian yang tinggi akibat penyakit. Di sejumlah negara OKI, penyakit menular masih menjadi masalah besar. Agar tidak terjadi krisis berkepanjangan, dibutuhkan penanganan segera. Terlebih, kaum perempuan dan anak-anak harus mendapat jaminan akses kesehatan yang memadai.

Penny K. Lukito, Ketua BPOM. Foto: Dok. Humas BPOM.

Data WHO mengungkapkan bahwa 30 persen populasi di dunia kekurangan akses terhadap obat yang bersifat life saving, termasuk vaksin. Kondisi yang juga terjadi di beberapa negara anggota OKI ini disebabkan oleh keterbatasan kapasitas produksi dari industri farmasi yang ada di negara tersebut.

"Hanya tujuh negara anggota OKI yang memiliki kapasitas memproduksi vaksin, yaitu Indonesia, Iran, Senegal, Uzbekistan, Bangladesh, Tunisia dan Mesir. Sebagian besar negara anggota OKI masih mengandalkan impor dari luar negara anggota OKI untuk memenuhi kebutuhan obat dan vaksin di negaranya," kata Penny K. Lukito, Kepala BPOM di Jakarta, Rabu (21/11).

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: