Makin Menyusut, Alam Liar di Bumi Hanya Tersisa 23 Persen 

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
11 Nov 2018   14:00

Komentar
Makin Menyusut, Alam Liar di Bumi Hanya Tersisa 23 Persen 

Sekitar 77 persen daratan di muka bumi tak luput dari aktivitas manusia (Video Blocks)

Trubus.id -- Lagi, ada kabar yang kurang menyenangkan tentang lingkungan. Sebuah penelitian yang dipimpin oleh University of Queensland mengungkapkan jika wilayah alam liar di Bumi hanya saat ini tersisa 23 persen. 

Tim internasional baru-baru ini melakukan pemetaan sisa alam liar di dunia, dan Profesor James Watson, salah satu peneliti dari University of Queensland School of Earth and Environmental Sciences, berkata bahwa dia khawatir dengan hasilnya. 

"Satu abad yang lalu, hanya 15 persen permukaan bumi yang digunakan oleh manusia untuk bercocok tanam dan memelihara ternak," katanya. Sementara hari ini, lebih dari 77 persen daratan, tidak termasuk Antartika, dan 87 persen lautan tidak luput dari aktivitas manusia.

Memang sulit dipercaya, namun antara tahun 1993 sampai 2009, wilayah alam liar yang lebih besar dari India atau sekitar 3,3 juta kilometer persegi hilang karena digunakan untuk pemukiman, pertanian, pertambangan dan lain-lain. 

Lalu, satu-satunya lautan yang bebas dari penangkapan industri serta polusi hanya terbatas pada wilayah kutub saja. James R Allan, peneliti lain yang terlibat, ikut menambahkan jika alam liar yang tersisa di dunia hanya bisa dilindungi melalui kebijakan internasional.

"Beberapa kawasan alam liar dilindungi oleh undang-undang nasional, namun di sebagian besar negara, area ini tidak didefinisikan secara formal, dipetakan atau dilindungi," kata Allan.

Selain itu tidak ada yang bisa menjamin sebuah bangsa, industri, atau masyarakat untuk memperhitungkan konservasi jangka panjang.

"Untuk itu dibutuhkan segera kebijakan global untuk pelestarian keanekaragaman hayati, untuk menghindari perubahan iklim yang berbahaya dan mencapai pembangunan berkelanjutan," tambah Allan. 

Salah satu intervensi yang dapat diprioritaskan oleh negara-negara ini adalah membangun kawasan lindung dengan cara-cara yang akan memperlambat dampak kegiatan industri pada lanskap atau laut yang lebih besar. [RN]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: