Terumbu Karang sebagai Penyerap Karbon adalah Anggapan Keliru

TrubusLife
Binsar Marulitua | Followers 0
08 Nov 2018   21:00

Komentar
Terumbu Karang sebagai Penyerap Karbon adalah Anggapan Keliru

Terumbu karang. (Pixabay/ KaKnogler)

Trubus.id -- Kepala Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dirhamsyah, mengklarifikasi anggapan sejumlah pengamat lingkungan dan ilmuwan yang menyebut terumbu karang sebagai penyerab karbon dioksida, sudah tidak tepat. Saat ini, ekosistem tersebut cenderung melepaskan karbon.

"Turn over-nya terlalu cepat. Di satu sisi memang mengikat karbon dalam bentuk kalsium karbonat. Tapi, dengan meningkatnya karbon dioksida atmosfer, menyebabkan menurunnya pH laut yang justru menyebabkan kalsium karbonat terkikis dan melepas kembali karbonnya," jelas Dirhamsyah di Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Pademangan, Jakarta Utara.

Foto: Pixabay/ csharker.

Alasan lain terumbu karang tidak bisa dimasukkan dalam konsep karbon biru karena kalsium karbonat bukan termasuk karbon organik. Akan tetapi, dalam Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia dan Rencana Aksi Nasional (RAN) Gas Rumah Kaca (GRK), memungkinkan eksositem terumbu karang dimasukkan sebagai variabel.

Baca Lainnya : Selamatkan Terumbu Karang, Palau Larang Penggunaan Tabir Surya

"Konsepnya berbeda dengan karbon biru yang berpijak pada penyerapan karbon. Konsep yang ditawarkan adalah preserving avoided atau unintended emission. Jadi, mencegah kerusakan terumbu karang karena ketika terjadi kerusakan, semakin banyak karbon yang akan dilepas dari kalsium karbonat," jelas Dirhamsyah.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Penganut Bumi Datar Kembali Tentang Hukum Gravitasi

Binsar Marulitua   Plant & Nature
Bagikan: