Stok Beras Dalam Negeri Melimpah, Tapi Harganya...

TrubusLife
Astri Sofyanti | Followers 0
08 Nov 2018   09:36

Komentar
Stok Beras Dalam Negeri Melimpah, Tapi Harganya...

Dirut Food station mendampingi mentan dan dirut bulog tinjau stok beras di PIBC (Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Kamis (8/11) pagi ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Budi Waseso dan Ketua Satgas Pangan Polri Setyo Wasisto kembali melakukan pemantauan ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Ketiganya kompak menegaskan bahwa stok beras dalam negeri melimpah.

"Sampai hari ini pasokan beras di PIBC membludak hingga 50.000 ton setiap harinya," tegas Mentan Amran saat ditemui di Pasar Induk Beras Cipinang, Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (8/11).

Dikatakan Amran, stok beras yang ada di PIBC sebanyak 50.000 ton tersebut, artinya dua kali lipat dari biasanya, karena stok beras yang ada di PIBC standarnya hanya 20.000 ton. Amran mengataan hal tersebut berdasarkan data dari PT Food Station.

Baca Lainnya: Stok Beras di Pasar Induk Cipinang Dua Kali Lipat dari Angka Normal

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Food Station Arief prasetyo mengatakan, terjadi tren di mana stok beras premium lebih banyak ketimbang beras medium. Pihaknya mencatat stok beras premium di PIBC lebih dari 80 persen.

Amran mengungkapkan, terjadi kenaikan harga untuk beras medium di PIBC. Hal ini terjadi akibat adanya anomali beras medium menjadi premium. Kondisi ini membuat harga beras medium mengalami kenaikan menjadi Rp9.150 per kilogram (kg).

Sementara itu, pasokan beras medium kian menipis. Di sini beras premium sampai 80 persen jumlahnya. Harga medium ini dari Rp8.700 jadi Rp9.150 per kg sekarang," ujar Arief.

Baca Lainnya: Bambang Ismawan: Bulog Harus Bisa Mengontrol Harga Beras Secara Efektif

"Bisa kita asumsikan bahwa saat ini mayoritas masyarakat tidak suka dengan kualitas beras yang jelek," ucap Arief lagi.

Arief menjelaskan, kenaikan harga tersebut telah tejadi dalam satu bulan belakangan ini. Melihat kondisi ini, Dirut PT Food Station berharap agar Perum Bulog terus menggelar operasi pasar untuk stabilisasi harga serta dengan pantauan dari Satgas Pangan.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait