Sepertiga Warga Inggris Tidak Makan Daging, Fenomena Apa?

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
08 Nov 2018   06:00

Komentar
Sepertiga Warga Inggris Tidak Makan Daging, Fenomena Apa?

Makanan vegan. (The Independent)

Trubus.id -- Laporan baru tentang belanja makanan di Inggris menunjukkan bahwa, satu dari delapan penduduknya menjadi vegetarian atau vegan dan 21 persen lainnya mengidentifikasikan diri sebagai flexitarian. Artinya, sepertiga konsumen Inggris sengaja mengurangi atau menghilangkan daging dari makanan yang dikonsumsinya.

Vegetarian memiliki pola makan yang menghilangkan daging dan unggas. Sementara vegan hanya mengonsumsi makanan nabati dan menghindari semua produk hewani. Dan flexitarian ialah mengonsumsi makanan nabati, di mana sebagian besarnya merupakan sayuran dan sesekali menambahkan daging ke dalam menu tersebut.

Baca Lainnya : Peduli Lingkungan, Pasangan Vegan Ini Hanya Konsumsi Limbah Makanan

Laporan berasal dari jaringan supermarket Waitrose yang mempelajari pilihan makanan orang Inggris. Studi menunjukkan bahwa orang-orang berpikir tentang bagaimana mereka dapat secara individual melawan perubahan iklim. Tidak mengonsumsi daging dan produk susu tampaknya menjadi satu-satu cara untuk mengurangi dampak lingkungan yang disesbabkan perilaku manusia.

Laporan yang dibuat Waitrose berasal dari jajak pendapat 2.000 orang dewasa yang berbelanja di Inggris, baik online atau di toko. Menurut laporan tersebut, rentang usia yang paling memungkinkan seseorang beralih ke veganisme saat berumur 18 hingga 34 tahun.

“Sangat menggembirakan mengetahui berapa banyak orang Inggris yang memilih untuk mengurangi konsumsi produk hewani mereka,” Nick Palmer, kepala Compassion in World Farming U.K mengatakan kepada The Guardian.

Baca Lainnya : Pelaku Vegan Rentan Kekurangan Vitamin B12

Ia melanjutkan, "Pola makan paling sehat menurut sains ialah tanaman yang berat. Ketika seseorang makan lebih sedikit daging, ikan, telur dan produk susu, dapat membantu hewan, manusia dan Bumi."

Di Inggris, pelaku vegan mengklaim jika gaya hidup sehat ini telah meningkat sebanyak 400 persen dalam empat tahun terakhir, mencapai 600.000 dari yang awalnya hanya 150.000. [DF]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: