Indonesia Siap Hadapi Ancaman Wabah Infeksi Penyakit Baru

TrubusLife
Astri Sofyanti | Followers 0
07 Nov 2018   17:00

Komentar
Indonesia Siap Hadapi Ancaman Wabah Infeksi Penyakit Baru

Kepala Badan Litbangkes Kemenkes, Siswanto (kiri). (Dok/ Humas Kemenkes RI)

Trubus.id -- Dalam pertemuan tingkat menteri Global Health Security Agenda (GHSA) ke-5 yang digelar di Nusa Dua, Bali belum lama ini, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Siswanto, MHP, DTM memaparkan kesiapan Indonesia menghadapi wabah penyakit infeksi baru.

Menurutnya, seiring meningkatnya populasi penduduk dunia, melesatnya arus imigrasi dan emigrasi beserta perubahan iklim, risiko munculnya wabah penyakit infeksi baru (New Emerging Infectious Disease) di dunia pun meningkat. 

Peningkatan ancaman keamanan kesehatan global menjadi ancaman serius bagi sistem kesehatan nasional dan mengakibatkan kerusakan besar bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. 

Baca Lainnya : Cegah Diare Mewabah, Kemenkes Bersihkan Sampah Pengungsian di Kota Palu

Data Bank Dunia juga menunjukkan bahwa merebaknya wabah Ebola di Guinea, Liberia dan Sierra Leone pada 2014 mengakibatkan pertumbuhan negatif perekonomian ketiga negara tersebut lebih dari setengah pertumbuhan ekonomi sebelum wabah merebak. Kerugian ekonomi akibat wabah di kawasan Afrika secara keseluruhan mencapai USD 30 milyar. 

Indonesia pun pernah mengalaminya saat menghadapi outbreak flu burung, yang menanggung beban ekonomi sampai Rp4 triliun, serta penurunan perdagangan dan pariwisata. Keamanan kesehatan global mengakibatkan dampak kerusakan pada pembangunan ekonomi dan stabilitas negara serta perdagangan barang dan jasa, pariwisata, dan stabilitas demografi. 

“Sebanyak 2/3 kasus wabah penyakit infeksi baru bersifat zoonotik, alias ditularkan dari hewan ke manusia; dari hewan yang bersifat vektor seperti nyamuk hingga reservoir seperti tikus atau kelelawar,” kata Siswanto melalui siaran pers Kementerian Kesehatan yang diterima Trubus.id di Jakarta, Rabu (7/11).

Baca Lainnya : Kemenkes: Jika Menjalar ke Otak, Virus Rabies Bisa Sangat Mematikan

Menurutnya, saat ini Indonesia sudah lebih siap menghadapi potensi wabah infeksi dengan prinsip One Health yang dikampanyekan oleh negara-negara GHSA. 

“Kita sudah sepakat menangani potensi wabah dengan terintegrasi, antara hewan, pertanian dan manusia; maka bisa dikatakan Indonesia sudah cukup membangun pandemic preparedness,” papar Siswanto. 

Selain menggunakan pendekatan One Health, Siswanto juga menyatakan peran kunci untuk melindungi Indonesia dari wabah penyakit infeksi baru terletak pada laboratorium. 

“Saat ini yang sedang kami kerjakan adalah memperkuat simpul-simpul lab tersebut, kerjasama dengan Balai Besar Veteriner dan jejaring Fakultas Kedokteran yang laboratoriumnya bisa kami gunakan,” tambahnya.

Sebagai informasi, nantinya laboratorium-laboratorium ini menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan hayati (biosecurity), dengan berbagai langkah pengaman agar jangan sampai laboratorium malah menjadi sumber infeksi. 

Baca Lainnya : Cegah Munculnya Penyakit pada Anak Korban Bencana, Kemenkes Bangun Dapur Gizi

Selain itu, laboratorium juga berperan menjaga keamanan hayati (biosecurity) dengan cara menjaga berbagai kontennya yang bersifat infeksi agar tidak bocor keluar atau disalahgunakan pihak tidak bertanggung jawab. 

“Makin ke sini, makin banyak laboratorium di Indonesia yang dapat mendeteksi penyakit infeksi baru maupun penyakit infeksi lama yang bermutasi,” ujar Penanggung Jawab Biosafety Level 3 di Badan Litbangkes Indonesia, Ni Ketut Susilarini. 

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, kasus flu burung yang terakhir kali tangani terjadi di tahun 2017. 

“Padahal sebelumnya dari sejak awal ia merebak, setiap bulan pasti ada saja kasus flu burung,” tutupnya. [RN]

 

 

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: