Bebas, Empat Satwa Liar Akhirnya Kembali ke Habitat Aslinya

TrubusLife
M Syukur | Followers 0
07 Nov 2018   18:00

Komentar
Bebas, Empat Satwa Liar Akhirnya Kembali ke Habitat Aslinya

Beruang madu (M Syukur)

Trubus.id -- Empat satwa liar yang selama ini mendiami kandang transit Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kini sudah menghirup udara bebas. Kembali ke alam liar, keempatnya tak perlu mondar-mandir lagi di kandang berukuran beberapa meter saja.

Menurut Kepala BBKSDA Riau Suharyono, keempat satwa yang baru dilepasliarkan itu terdiri dari dua ekor Beruang Madu, satu Macan Akar dan satu ekor Kukang. Lokasinya jauh dari pemukiman dan masih berhutan.

"Lokasinya dirahasiakan untuk menghindari pemburu liar. Lokasinya masih di kawasan di bawah naungan BBKSDA," kata Suharyono, Rabu (7/11/2018) siang.

Suharyono menjelaskan, pelepasliaran dipimpin drh Rini Deswita bersama Polisi Kehutanan, paramedis, perawat satwa dan beberapa anggota BBKSDA Riau pada Senin, 5 November 2018. Empat satwa diangkut memakai dua mobil dengan kandangnya masing-masing.

Baca Lainnya: Polisi dan BBKSDA Sita 44 Ekor Satwa Liar Dilindungi

Beberapa jam menempuh perjalanan, tim yang tiba di lokasi langsung menurunkan kandang. Satu per satu pintu dibuka dengan kewaspadaan tinggi supaya satwa tadi, terutama beruang, tidak menyerang petugas.

Beruang, begitu dilepaskan sempat berhenti beberapa saat. Setelah memperhatikan lokasi di sekitarnya, perlahan dua satwa berkuku panjang ini langsung berlari ke hutan yang menjadi rumah barunya.

"Selain kembali ke habitatnya, mudah-mudahan bisa berkembang biak secara alami," harap Suharyono.

Berbeda dengan beruang, Kukang saat kandangnya dibuka masih perlu bimbingan petugas. Perlahan dengan gerakan lambannya, satwa bernama latin Nycticebus Coucang ini memanjat hingga sampai ke dahan paling tinggi.

"Sementara Macan Akar langsung berlari ke hutan begitu pintu kandang dibuka," sebut Suharyono.

Baca Lainnya: Menurut Data KLHK, Satwa Dilindungi Ini Paling Laris Dijual di Pasar Online

Suharyono menjelaskan, empat satwa ini sebelumnya berasal dari penyerahan masyarakat, penyitaan serta ditemukan terpisah dari induknya. Satwa ini juga sudah beberapa bulan di kandang transit.

Selama berada di BBKSDA, satwa-satwa itu dikembalikan sifat alaminya. Setelah dinilai patut untuk dilepasliarkan, petugas mencari lokasi tepat yang tentunya jauh dari pemukiman serta incaran pemburu liar.

"Tujuan penting pelepasliaran untuk menghindari kepunahan dan ekosistem yang ada tetap terjaga," harap Suharyono. 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: