Gara-gara Bayi Lahir Prematur, Kota Wenshan Larang Bawa Anjing di Pusat Kota

TrubusLife
Binsar Marulitua | Followers 0
07 Nov 2018   16:30

Komentar
Gara-gara Bayi Lahir Prematur, Kota Wenshan Larang Bawa Anjing di Pusat Kota

Ilustrasi (Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Kota Wenshan, China, mengeluarkan larangan jalan-jalan bersama anjing piaraan di pusat kota mulai pukul 07.00 hingga 22.00 waktu setempat. Kebijakan ini muncul akibat kasus seorang perempuan hamil yang melahirkan bayinya secara prematur karena takut anjing.

Menurut laporan media setempat, larangan tersebut juga untuk meredakan pertengkaran antara pemilik anjing dengan orang lain yang belakangan makin marak, Rabu (7/11).

Pemerintah kota di wilayah Yunnan, provinsi yang berbatasan dengan Vietnam itu, juga mewajibkan pemilik anjing melengkapi tali pengikat yang panjangnya tidak kurang dari 1 meter dan harus dibawa oleh orang dewasa. Peraturan juga menyebutkan bahwa anjing piaraan tidak boleh mengganggu ketertiban lingkungan dan tidak boleh digunakan untuk menakut-nakuti atau menyerang orang lain.

Baca Lainnya : Australia Desak Indonesia Hentikan Konsumsi Anjing dan Kucing  

"Jika ada anjing yang sampai melukai orang lain, maka siapa pun boleh menangkapnya di lokasi dan membuangnya sesuai dengan peraturan yang berlaku," demikian bunyi peringatan dari Peraturan Daerah Kota Wenshan sebagaimana dikutip Global Times.

Seorang pejabat Pemkot Wenshan bermarga Tang mengatakan, bahwa peringatan tersebut berlaku efektif begitu perda diterbitkan. Regulasi tersebut dilatari oleh maraknya pertengkaran antara pemilik anjing piaraan dengan orang lain.

Masyarakat China dikejutkan peristiwa yang terjadi di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, pada September lalu manakala seorang perempuan hamil ketakutan saat bertemu anjing jenis buldog yang tidak dalam keadaan terikat tali kekang. Perempuan tersebut merasa terancam sampai-sampai harus menjalani persalinan prematur. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: