Jangan Dimakan, Kepala Ikan Mengandung Merkuri dan Sianida

TrubusLife
Binsar Marulitua | Followers 0
06 Nov 2018   14:00

Komentar
Jangan Dimakan, Kepala Ikan Mengandung Merkuri dan Sianida

Ilustrasi (Dok KKP)

Trubus.id -- Masyarakat Maluku khususnya di Pulau Buru dan Pulau Ambonagar diimbau tidak mengonsumsi kepala maupun tulang ikan karena sudah mengandung bahan beracun mercuri dan sianida. Kebiasaan mengonsumsi bagian ikan ini akan berbahaya untuk kesehatan untuk jangka panjang. 

Pakar kimia dan lingkungan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, DR. Justinus Male mengatakan, hasil pennelitian terhadap sejumlah sampel ikan, baik yang diambil dari pasar di Namlea, Kabupaten Buru maupun di perairan laut Latuhalat, Pulau Ambon sudah tercemar merkuri dan sianida. 

Hasil penelitian yang dimulai pada tahun 2015 ini juga mengklarifikasi bahwa penyebab tercemarnya merkuri dan sianida adalah aktivitas penambangan emas ilegal di Gunung Botak, Gogorea, dan Anahoni yang menggunakan berton-ton mercuri dan sianida.

Baca Lainnya : Meningkatnya Konsumsi Ikan di Negara Berkembang, Bisa Memicu Perang?

"Bahan beracun seperti mercuri dan sianida itu biasanya mengendap di dalam sumsum tulang dan kepala ikan, sehingga kebiasaan mengonsumsi bagian ikan ini akan berbahaya untuk jangka panjang," kata Justinus. 

Untuk penelitian ini, Justinus mengumpulkan dana sendiri melalui penjualan bazar roti karena tidak ada dukungan dana pemerintah provinsi(Pemprov) Maluku dan kabupaten Buru.

Menurut dia, limbah-limbah beracun dan berbahaya ini dibuang ke sungai anahoni dan Waeapu, selanjutnya mengalir sampai ke kawasan Teluk Kayeli yang banyak dikelilingi hutan mangrove.

Baca Lainnya : Data Fantastis di Balik Pencapaian Ekspor Ikan Indonesia

Setelah mengendap di daerah hutan mangrove, endapan lumpur mengandung B3 ini dimakan mikroba-mikroba kecil, plankton dan zooplankton selanjutnya terjadilah proses rantai makanan yang berujung dimakan kepiting, ikan kecil dan ikan besar sampai akhirnya dikonsumsi manusia.

"Ikan dari perairan laut di sekitar Teluk Kayeli ini tidak selamanya menetap di sana, namun bermigrasi dan menyebar ke mana-mana sehingga kondisi seperti inilah yang membahayakan kesehatan manusia," tandasnya.

Sehingga masyarakat diingatkan kalau membeli ikan segar di pasar, haruslah membuang kepala dan tulang serta isi perutnya karena di situlah mengedap bahan beracun mematikan. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: