Lautan Serap Panas 60 Persen Lebih Banyak, Pertanda Kehancuran Bumi?

TrubusLife
Diah Fauziah | Followers 0
06 Nov 2018   07:00

Komentar
Lautan Serap Panas 60 Persen Lebih Banyak, Pertanda Kehancuran Bumi?

Ilustrasi. (MTS)

Trubus.id -- Selama 25 tahun, lautan di Bumi telah menyerap sejumlah energi panas yang 150 kali dihasilkan manusia sebagai listrik, menurut para peneliti di Princeton and Scripps Institution of Oceanography di Universitas California, San Diego, Amerika Serikat.

Pemanasan lautan yang kuat menunjukkan jika Bumi lebih sensitif terhadap emisi bahan bakar fosil daripada perkiraan sebelumnya. Penelitian ini diterbitkan di jurnal Nature pada Kamis (1/11) kemarin.

"Bayangkan jika lautan hanya sedalam 9 meter saja, apa dampaknya buat manusia," kata Laure Resplandy, asisten profesor geosains di Princeton Environmental Institute.

Baca Lainnya : Suhu Bumi Meningkat, Tersisa 12 Tahun untuk Atasi Perubahan Iklim

Laure dan timnya memperkirakan jika pemanasan di lautan lebih tinggi 60 persen dari laporan United Nations Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) pada tahun 2014 lalu.

"Data kami menunjukkan jika lautan di seluruh Bumi menghangat sekitar 6,5 derajat Celsius setiap 10 tahun sejak tahun 1991. Kami membandingkan dengan laporan IPCC yang mengatakan jika pemanasan hanya terjadi 4 derajat Celsius setiap dasawarsa," bebernya.

Peneliti memperkirakan jika lautan di Bumi menyerap panas 60 persen lebih banyak dari perkiraan sebelumnya. Foto: Abigale Wyatt, Princeton Department of Geosciences.

Jika manusia di seluruh belahan Bumi ingin mencegah kemungkinan terburuk akibat pemanasan global, ada banyak hal yang harus dilakukan. Di antaranya mengendalikan emisi karbon dioksida, gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia, sebesar 25 persen.

Baca Lainnya : 8 Kota Ini Paling Berisiko Tenggelam Akibat Perubahan Iklim

Sebagian besar ilmuwan iklim sepakat jika dalam sepuluh tahun terakhir, suhu rata-rata global melebihi level praindustri.

"Sudah pasti, semua manusia di seluruh dunia menghadapi konsekuensi yang berbahaya dari perubahan iklim ini," ucap Ralph Keeling, ahli geofisika dari Scripps Oceanografi.

Apakah ini menjadi pertanda kehancuran Bumi? [DF]

 

  

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: