Selamatkan Terumbu Karang, Palau Larang Penggunaan Tabir Surya

TrubusLife
Diah Fauziah | Followers 0
04 Nov 2018   07:00

Komentar
Selamatkan Terumbu Karang, Palau Larang Penggunaan Tabir Surya

Palau, negara kepulauan di Samudra Pasifik. (puregreenmag)

Trubus.id -- Palau, negara kepulauan di Samudra Pasifik ini akan melarang penggunaan tabir surya pada tahun 2020. Itu dilakukannya untuk melindungi terumbu karang. Ya, penggunaan tabir surya diklaim bisa membunuh terumbu karang yang saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Sabagian besar merek tabir surya mengandung bahan kimia oxybenzone, octocrylene dan parabens.

Palau merupakan destinasi terbaik di dunia untuk menyelam. Akan tetapi, pemerintah khawatir jika semakin banyaknya penyelam yang datang dari seluruh dunia, mengakibatkan terumbu karang mati.

"Ada bukti ilmiah jika bahan kimia yang ditemukan di sebagian besar tabir surya, beracun bagi kehidupan terumbu karang. Walaupun dalam dosis kecil," kata juru bicara Presiden Pagau.Tommy Remengesau.

Bahan kimia yang ditemukan di sebagian besar tabir surya diklaim beracun bagi kehidupan terumbu karang. Foto: HealthyWomen.

Dia mengatakan jika lokasi penyelaman di Palau biasa dikunjungi oleh empat kapal penuh turis dalam satu hari. Bisa dipastikan, hampir semua turis menggunakan tabir surya untuk melindungi kulitnya dari sinar matahari yang menyengat. Ia khawatir jika bahan kimia dari tabir surya bisa membuat terumbu karang mencapai titik kritis.

"Pada hari tertentu di mana panas matahari sangat menyengat, ada banyak bahan kimia dari tabir surya yang masuk ke air laut di tempat-tempat menyelam dan snorkeling terkenal di Palau," katanya kepada AFP.

Ia melanjutkan, "Kami hanya melakukan sesuatu untuk mencegah polusi masuk ke lingkungan."

Saat ini, pemerintah telah mengeluarkan undang-undang yang melarang tabir surya guna melindungi terumbu karang. Undang-undang ini akan berlaku mulai 1 Januari 2020 mendatang.

Baca Lainnya : Tabir Surya Ternyata Bisa Merusak Terumbu Karang

Siapa pun yang mengimpor atau menjual tabir surya setelah tanggal 1 Januari 2020, akan dikenai denda sebesar US$1.000 atau setara Rp14,9 juta. Sementara itu, tabir surya yang dibawa turis akan disita.

"Penyitaan tabir surya untuk mencegah penggunaan barang tersebut. Ketentuan ini berjalan dengan keseimbangan yang cerdas untuk mendidik turis," kata Tommy Remengesau, Presiden Palau, kepada parlemen setelah undang-undang tersebut disahkan minggu lalu.

Palau telah lama menjadi pelopor dalam perlindungan laut. Pada tahun 2009 lalu, Palau memperkenalkan perlindungan hiu pertama di dunia yang saat ini telah banyak ditiru negara lain.

Negara ini juga melarang penangkapan ikan komersial dari perairannya dan tahun lalu mengharuskan setiap turis yang berkunjung ke Palau, menandatangi perjanjian jika mereka akan menghormati lingkungan.

Baca Lainnya : Palau, Negeri Nan Eksotis Ini Wajibkan Seluruh Traveler yang Berkunjung Lestarikan Alam

Keputusan Palau untuk melarang penggunaan tabir surya di laut mendapat apresiasi bagus. Craig Downs, direktur eksekutif di Haereticus Environmental Laboratory di Hawaii, mengatakan jika negara lain di dunia akan memperhatikan kebijakan tersebut.

"Palau menjadi negara pertama yang melarang bahan kimia di bidang pariwisata. Saya pikir, keputusan yang tepat dan bagus. Mereka bersikap proaktif karena tidak ingin seperti Thailand, Filipina dan Indonesia, yang hampir sebagian besar terumbu karangnya sudah mati," kata Craig.

Craig menuturkan ada banyak makalah ilmiah yang menunjukkan kaitan antara bahan kimia tabir surya dan degradasi terumbu karang.

"Apa yang kami katakan adalah bahwa di mana ada banyak wisatawan masuk ke air, polusi tabir surya dapat memiliki efek yang merugikan pada terumbu karang di dekatnya, sejauh lima kilometer," katanya. [DF]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: