Aneh, Selain Darah, Lalat Pikat Ternyata Juga Gemar Menghisap Ganja

TrubusLife
Syahroni
02 Nov 2018   16:00 WIB

Komentar
Aneh, Selain Darah, Lalat Pikat Ternyata Juga Gemar Menghisap Ganja

Lalat penghisap darah atau lalat pikat. (Istimewa)

Trubus.id -- Sesuai namanya, lalat penghisap darah atau pikat memang hidup dengan menghisap darah. Pikat berjenis kelamin betina mengisap darah untuk menyediakan protein yang diperlukan dalam proses pematangan telur mereka.

Selama proses ini, pikat dapat menularkan patogen ke manusia dan menimbulkan penyakit yang mengakibatkan 20 ribu hingga 50 ribu kematian setiap tahun di seluruh dunia. 

Selain mengisap darah, pikat juga diketahui mengisap gula yang ada pada tanaman dalam bentuk nektar atau getah tanaman. Namun mungkin tak banyak yang tahu, selain itu semua, pikat ternyata juga gemar menghisap ganja.

Baca Lainnya : Perlu Tahu, Pertolongan Pertama Mengatasi Gigitan Serangga

Menurut sebuah studi yang diterbitkan pada jurnal Proceeding of National Academy of Sciences, kebiasaan pikat menghisap ganja ini dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan penyebaran penyakit yang disebarkan oleh lalat tersebut.

Peneliti utama dalam studi ini, Ibrahim Abbasia yang berasal dari Universitas Ibrani Yerusalem dan koleganya mempelajari pikat untuk menentukan jenis tanaman apa yang paling mereka sukai dengan menggunakan teknik pengurutan gen terbaru.

Objek penelitian ini adalah pikat yang berada di lima wilayah berbeda di Brasil, Ethiopia, Kazakhstan, Israel, dan Palestina.

Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa tanaman yang paling sering dikonsumsi di empat dari lima negara tersebut adalah Cannabis sativa atau yang biasa kita sebut dengan ganja. Padahal tidak semua negara tersebut kaya akan tanaman ganja.

Artinya, ganja tetap ditemukan di dalam tubuh pikat bahkan ketika tidak jelas di mana mereka menemukannya dan ketika sumber makanan yang jauh lebih baik banyak tersedia.

Baca Lainnya : Hadiah US$1 untuk Serangga Penghisap Darah yang Ditangkap Warga

Sampai saat ini, para peneliti masih belum mengerti mengapa pikat sangat menyukai ganja dan ini akan menjadi penelitian lebih lanjut bagi mereka. Namun, di sisi lain temuan ini berpotensi membantu mengendalikan populasi pikat dan mengontrol prevalensi penyakit yang disebarkan oleh gigitan pikat.

"Ini adalah sebuah pendekatan baru untuk mengendalikan nyamuk dan pikat dengan mengeksploitasi kebiasaan mereka yang memakan tanaman dengan memanfaatkan gula yang menarik lalat pasir dan nyamuk," tulis Abbasia seperti yang dilansir dari News Week, Senin (29/10) lalu.

Para peneliti berpendapat bahwa populasi serangga penyebar penyakit ini dapat dikendalikan dengan menambahkan ekstrak ganja ke perangkap pikat. Ekstrak ganja itu dipercaya bisa mendatangkan pikat yang ada di wilayah yang radiusnya belum diketahui. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Perubahan Iklim Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Anak Seluruh Dunia

Health & Beauty   19 Nov 2019 - 07:12 WIB
Bagikan:          
Bagikan: