Luhut Binsar Pandjaitan: Mari Kita Bikin Sampah Plastik Jadi Musuh Bersama

TrubusLife
Diah Fauziah
31 Okt 2018   18:00 WIB

Komentar
Luhut Binsar Pandjaitan: Mari Kita Bikin Sampah Plastik Jadi Musuh Bersama

Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Sampah plastik menjadi masalah di seluruh negara, tidak terkecuali di Indonesia. Bahkan, Indonesia menjadi salah satu negara produsen sampah plastik terbesar di lautan. Tentu, bukan prestasi yang harus dibanggakan. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo menargetkan volume sampah plastik di Indonesia turun hingga 70 persen.

"Angka itu menunjukkan besarnya komitken kita. Dalam pidato saya di World Economic Forum di Vietnam, September lalu atau di PBB pada Juni 2017, menunjukkan riset dan studi tentang sampah plastik sudah banyak. Yang penting adalah, bagaimana action plan kita? Apakah kita sukses mencapainya di tahun 2025 atau 2030, tergantung kita semua. Tapi, kalau kita sepakat, menurut saya bisa tercapai," kata Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman kepada Kompas.com.

Baca Lainnya : Tak Secantik Namanya, Pulau Indah di Malaysia Penuh dengan Sampah Plastik

Maka dari itu, kesadaran sampah harus dibangun sejak dini. Salah satu caranya dengan memasukkan sampah ke dalam kurikulum sekolah, baik itu di tingkat SD, SMP dan SMA.

"Saya masih berusaha agar itu terjadi. Masyarakat harus tahu kalau sampah ini untuk generasi mendatang. Enggak ada urusan suku, agama dan segala macam. Mikroplastik bisa dimakan ikan, dan kemudian ikan tersebut dimakan manusia, apalagi ibu hamil, anaknya pasti stunting. Nah, kita enggak mau hal itu terjadi karena memang berbahaya. Kita enggak mau generasi Indonesia yang akan datang itu kuntet. Presiden sudah memerintahkan ini untuk kita betul-betul kerja keras," lanjutnya.

"Mari kia bikin ini musuh bersama," sambungnya.

Baca Lainnya : Sampah Plastik yang Dihancurkan Bisa Timbulkan Gas Rumah Kaca

Menurut Luhut, ada tiga hal penting yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini. Yang pertama, sampah plastik harus masuk kurikulum pendidikan nasional. Kedua, membangun budaya disiplin mengenai sampah plastik. Terakhir, mengelola sampah yang benar di rumah tangga dan industri.

"Semua harus kerja sama mengatasi masalah ini. Kalau tidak diatasi dengan benar, generasi masa depan Indonesia akan stunting, yang akan berpengaruh pada PDB. Lebih baik mencegah sebelum hal itu terjadi," ucap Luhut. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: