Anjing Mampu Deteksi Penyakit Malaria Via Kaus Kaki 

TrubusLife
Karmin Winarta | Followers 0
31 Okt 2018   10:27

Komentar
Anjing Mampu Deteksi Penyakit Malaria Via Kaus Kaki 

Anjing, ilustrasi (Istimewa)

Trubus.id -- Anjing, selain telah terbukti mampu menjadi sahabat setia manusia, binatang lucu ini juga pintar. Selain mampu mendeteksi narkoba, anjing ternyata mampu mendeteksi penyakit malaria dari kaos kaki yang telah dipakai.

Para ilmuwan di Inggris telah mengembangkan metode baru mendiagnosa penyakit malaria dengan lebih mudah. Proyek ini telah disajikan minggu ini di American Society of Tropical Medicine dan Hygiene Annual Meeting. 

Iflscience menulis, para peneliti ini telah menunjukkan bagaimana anjing dapat dilatih untuk mengendus aroma malaria. Memang ini masih awal untuk penelitian, tetapi mereka berharap penelitian mereka dapat digunakan untuk mengecek secara cepat penyakit malaria yang terus membunuh hampir setengah juta orang di seluruh dunia setiap tahun.

Anjing yang mempunyai penciuman super sensitif ini bisa mendeteksi keberadaan molekuler malaria yang khas. Namun para ilmuwan tidak yakin di mana perubahan molekuler ini sebenarnya berasal. Apakah berasal dari parasit itu sendiri atau mungkin hasil reaksi tubuh terhadap parasit. 

Baca Lainnya: Mencetak Anjing Keluarga sebagai Senjata dalam Perang Melawan Narkoba

Beberapa penelitian lain menunjukkan, anjing dapat meredakan penyakit seperti kanker dengan mendeteksi senyawa organik yang mudah menguap (VOC) yang terkait dengan kanker tertentu pada napas atau air kencing orang-orang dengan penyakit tersebut.

Dalam percobaan, para ilmuwan menemukan, anjing dapat mengidentifikasi 70% sampel yang terinfeksi malaria dengan benar. Anjing-anjing juga bisa mendeteksi sampel mana yang tidak mengandung malaria dengan akurasi 90 persen.

Baca Lainnya: Menelisik Kelebihan Anjing Pelacak Lokal Dibanding Anjing Impor

"Pada prinsipnya, kami telah menunjukkan bahwa anjing dapat dilatih untuk mendeteksi orang yang terinfeksi malaria dengan bau mereka dengan tingkat akurasi yang kredibel," kata Kepala Peneliti Utama Profesor Steve Lindsay, dari Departemen Biosciences di Durham Universitas di Inggris.

Mereka berhasil memperoleh temuan ini setelah melatih sejumlah anjing di Inggris untuk mengidentifikasi keberadaan malaria. Mereka kemudian menguji keterampilan baru yang ditemukan pada sampel kaus kaki yang dikumpulkan dari 175 anak. Hasilnya sejumlah 30 anak terinfeksi malaria positif dan 145 tidak terinfeksi. Anak-anak ini berusia lima hingga 14 tahun dan tinggal di Wilayah Gambia di Afrika Barat.

Menurut para peneliti, ke depan mereka akan melatih anjing pelacak untuk dikerahkan di bandara untuk menghentikan penyebaran malaria antar negara.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: