Pangeran Harry Ungkap Dirinya Pernah Alami Depresi dan Stres

TrubusLife
Diah Fauziah | Followers 0
29 Okt 2018   14:00

Komentar
Pangeran Harry Ungkap Dirinya Pernah Alami Depresi dan Stres

Pangeran Harry dan Meghan Markle saat mengunjungi Wellington, Selandia Baru. (Reuters)

Trubus.id -- Saat menjalani tur ke Selandia Baru, Pangeran Harry dan Meghan Markle, mengutarakan kekagumannya terhadap pekerja kesehatan mental. Itu diungkapkannya ketika pasangan yang sedang menanti bayi pertamanya ini berkumpul dengan pekerja di Kafe Maranui di Lyall Bay di Wellington, Selandia Baru.

"Saya angkat topi untuk kalian," kata Pangeran Harry kepada semua anggota Voices of Hope, organisasi yang bertujuan mencegah generasi muda bunuh diri.

"Setiap orang butuh seseorang untuk bangkit dari keterpurukan," lanjutnya.

Meghan, yang duduk di sebelah Harry menambahkan, "Kalian semua melakukan pekerjaan yang sangat bagus."

Baca Lainnya : Romantis, Pernikahan Pangeran Harry Akan Bertabur Bunga yang Mekar Alami

Sebelumnya, pada Sabtu (27/10) kemarin, saat menghadiri upacara penutupan Invictus Games di Sydney, Pangeran Harry mengatakan tentang perlunya berbicara dengan seseorang tentang kecemasan, stres dan depresi yang dialami.

"Saya pernah mengalami hal itu, begitu juga dengan Anda yang sudah ada di sana. Sekarang, kami perlu memberitahu mereka yang tidak pernah membayangkan berada di tempat itu," kata Harry.

Ya, adik dari Pangeran William ini pernah mengalami depresi dan kepanikan luar biasa ketika berusia 12 tahun. Saat itu, ibunda tercintanya, Putri Diana, meninggal dunia karena kecelakaan. Jiwanya yang begitu rapuh dan takut semakin parah saat berada di ruangan penuh dengan orang.

"Tubuh saya seperti mesin cuci yang terus bergerak dan tidak pernah diam. Padahal, hati ini rapuh dan mudah takut," kata Harry, dilansir dari Daily Mail.

Baca Lainnya : Pangeran Harry: Kate Baik-baik Saja

Untuk melawan stres dan depresi yang dialaminya, Harry mengaku jika ia menjalani serangkaian konseling pribadi saat berusia 28 tahun.

"Selama dua dekade, saya mengalami depresi dan stres karena kehilangan ibu. Semua itu memberikan efek serius terhadap kehidupan pribadi dan pekerjaan saya," ungkapnya.

Setelah beberapa kali pertemuan dengan konselor, kesehatan mental Harry membaik.

"Siapapun yang mengalami stres dan depresi, jangan pernah malu untuk mengakuinya. Bicaralah dengan orang yang kalian percaya, cari bantuan dan jangan diam saja karena itu tidak baik," sarannya. [DF]

 

 

 

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Pretty Asmara Meninggal Dunia

Astri Sofyanti   Selebrity
Bagikan: