Tak Secantik Namanya, Pulau Indah di Malaysia Penuh dengan Sampah Plastik

TrubusLife
Diah Fauziah
26 Okt 2018   16:00 WIB

Komentar
Tak Secantik Namanya, Pulau Indah di Malaysia Penuh dengan Sampah Plastik

Sampah plastik di Pulau Indah, Malaysia. (Reuters)

Trubus.id -- Ratusan karung berisi sampah plastik dari Amerika Serikat, Inggris, Korea Selatan dan Spanyol berserakan di pinggir jalan di zona industri di Pulau Indah, sebuah pulau di Klang District, satu jam perjalanan dari Kuala Lumpur.

Bau terbakar plastik dan asap dari dari lusinan pabrik daur ulang bisa dicium jika Trubus Mania ada di sana. Bahkan, ada banyak kontainer berisi sampah plastik yang sedang dibongkar menjadi pemandangan biasa.

Pulau Indah menjadi salah satu dari banyak kota di Malaysia di mana pabrik daur ulang plastik ilegal bermunculan dalam beberapa bulan terakhir. Bagaimana pun juga, negara di Asia Tenggara menjadi pilihan utama bagi eksportir limbah plastik dari seluruh dunia.

Dan, pemicu dari banyaknya pabrik dumping ini karena larangan China untuk mengimpor limbah plastik ke wilayahnya sejak awal tahun 2018. Tentu, kebijakan China tersebut mengganggu aliran sampah plastik di dunia yang berkisar 7 juta ton per tahun.

Baca Lainnya : China Setop Impor Limbah, Sampah Plastik di Jepang Menumpuk

Malaysia dengan cepat menjadi tujuan alternatif utama, mengimpor hampir setengah juta ton sampah plastik antara Januari dan Juli. Puluhan pabrik telah dibuka di Malaysia untuk menangani limbah tersebutu. Banyak yang tanpa lisensi operasi, menggunakan teknologi low end dan metode pembuangan yang berbahaya bagi lingkungan.

"Situasinya semakin buruk, terutama dengan semakin banyak pabrik daur ulang plastik ilegal," kata Yeo Bee Yin, menteri energi, teknologi, ilmu pengetahuan, perubahan iklim dan lingkungan hidup Malaysia, kepada parlemen pekan lalu.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: