Gara-gara Durian, Harimau Malaya Bisa Terancam Punah

TrubusLife
Ayu Setyowati
25 Okt 2018   13:30 WIB

Komentar
Gara-gara Durian, Harimau Malaya Bisa Terancam Punah

Harimau Malaya (Tree Hugger)

Trubus.id -- Habitat harimau Malaya - salah satu harimau yang paling terancam di dunia - sedang terancam oleh satu jenis buah. Karena permintaan yang meningkat di Cina untuk durian - buah yang 'bau' dan kontroversial - hutan di Malaysia dibersihkan untuk memberi ruang bagi lahan tanam yang lebih luas lagi. Deforestasi ini dapat menghancurkan peluang bertahan hidup bagi harimau Malaya, yang hanya 300 yang tersisa di dunia.

Hutan di wilayah Raub di Malaysia, tempat tinggal harimau Malaya, telah menjadi tujuan populer untuk “wisata durian.” Dengan demikian, lahan berhutan ini dibakar dan ditebangi demi memberi ruang bagi perkebunan untuk menanam varietas durian Muang King.

Menurut Siti Zuraidah Abidin dari WWF Malaysia, wilayah Hulu Sempam di negara itu telah disebut sebagai "habitat harimau yang diharapkan." Sekarang, rencana untuk perkebunan durian baru di wilayah ini telah siap digarap, meskipun dekat dengan habitat sebagian besar 300 harimau Malaya yang tersisa di planet ini.

Baca Lainnya : Babak Baru Kasus Jerat Maut Harimau Hamil di Riau

Perbadanan Setiausaha Kerajaan, sebuah perusahaan yang memiliki hubungan dengan pemerintah, berencana untuk menebang lebih dari 1.200 hektar lahan di Hulu Sempam untuk perkebunan durian. Departemen Kehutanan Pahang mengatakan bahwa perusahaan tidak memerlukan izin untuk proyek tersebut, meskipun harimau Malaya hanya ada di Semenanjung Malaya dan Thailand selatan.

"Pembukaan lahan di Hulu Sempam dapat menyebabkan hutan yang lebih luas terfragmentasi, yang pada gilirannya dapat memengaruhi gerakan satwa liar," Abidin memperingatkan.

Sebagaimana dilaporkan The Guardian, pasar durian sangat menguntungkan. Hanya dalam setahun terakhir, permintaan telah menyebabkan harga buah naik di China, yang menyebabkan lonjakan dalam pertanian durian di Malaysia. 

Baca Lainnya : Teror Harimau Sumatra di Teluk Nibung Berakhir

Beberapa ahli bahkan memprediksi bahwa itu dapat menggantikan minyak sawit sebagai ekspor terbesar negara tersebut. Selama dekade terakhir, nilai impor durian China telah melonjak sekitar 26 persen setiap tahun, mencapai US$1,1 miliar pada tahun 2016.

Kelompok-kelompok lingkungan takut bahwa durian akan sama seperti kelapa sawit dan mengarah pada perusakan habitat satwa liar yang terancam punah, khususnya harimau Malaya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Mulai Sekarang Hindari 5 Kesalahan Cuci Tangan Ini!

Health & Beauty   30 Mei 2020 - 22:03 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masker Wajah Membuat Kacamata Berembun? Ini Dia Cara Mengatasinya

Health & Beauty   30 Mei 2020 - 20:07 WIB
Bagikan: