Mirip Manusia, Gorila Jantan Rwanda Juga Rawat Anaknya

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
24 Okt 2018   18:30

Komentar
Mirip Manusia, Gorila Jantan Rwanda Juga Rawat Anaknya

Gorila rwanda. (Peregrine adventure)

Trubus.id -- Gorila biasanya digambarkan sebagai hewan yang kompetitif dan mendominasi dalam hal reproduksi di satu kelompok. Namun, sebuah studi yang dilakukan peneliti menemukan bahwa gorila gunung rwanda menunjukkan perilaku yang tidak biasa.

Mereka merawat semua anak-anak yang ada di dalam kelompok sosial, baik yang sedarah maupun tidak. Oleh karena itu, para peneliti kembali melakukan studi untuk mengetahui alasan di balik sikap pejantan yang demikian.

"Gorila gunung dan manusia adalah satu-satunya kera besar di mana pejantan secara teratur mengembangkan ikatan sosial yang kuat dengan anak-anak. Jadi, belajar tentang apa yang dilakukan gorila gunung dapat membantu kita memahami bagaimana manusia pria mulai menuju keayahan," kata Stacy Rosenbaum, penulis utama studi ini dari Northwestern University.

Baca Lainnya : 5 Fakta Unik Soal Gorila, Kerabat Terdekat Manusia

Sementara itu, Kuzawa, profesor antropologi di Northwestern mengatakan jika pejantan yang menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak memiliki lebih banyak peluang reproduksi.

"Salah satu interpretasi yang mungkin ialah betina akan memilih untuk kawin dengan pejantan berdasarkan interaksi ini." kata Kuzawa, yang juga penulis studi.

Penelitian ini menunjukkan rute alternatif yang memungkinkan perilaku ayah berevolusi dalam spesies kita sendiri. Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa perilaku serupa bisa menjadi sesuatu yang penting dalam pembentukan awal perilaku ayah dalam nenek moyang manusia.

Saat ini, para peneliti sedang menyelidiki apakah hormon memiliki peran dalam membantu memfasilitasi perilaku pejantan gorila, seperti yang mereka lakukan pada manusia.

Baca Lainnya : Koko, Gorila yang Alhi Bahasa Isyarat Mati Diusia 64 Tahun

"Pada manusia pria, testosteron menurun ketika mereka menjadi ayah. Ini diyakini membantu memfokuskan perhatian mereka pada kebutuhan bayi yang baru lahir," kata Kuzawa.

Walau begitu, Kuzawa memiliki pertanyaan: mungkinkah gorila yang secara khusus terlibat dalam interaksi bayi mengalami penurunan serupa pada testosteron? Karena, testosteron yang turun akan menjadi indikasi jelas bahwa binatang ini melakukan hal tersebut untuk membantu mendapatkan pasangan kawin. Para peneliti berharap dapat mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan baru.

"Kami sedang bekerja untuk mengkarakterisasi profil hormon laki-laki sepanjang waktu untuk melihat apakah peristiwa seperti kelahiran bayi baru mungkin berhubungan dengan tingkat testosteron mereka," kata Stacy. [DF] 
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Tukang Tidur, Ini 7 Hewan Termalas di Dunia

Ayu Setyowati   Pet & Animal
Bagikan:          
Bagikan: