China Luncurkan Bulan Buatan, Apa Dampaknya untuk Hewan dan Astronomi?

TrubusLife
Binsar Marulitua
22 Okt 2018   10:30 WIB

Komentar
China Luncurkan Bulan Buatan, Apa Dampaknya untuk Hewan dan Astronomi?

Ilustrasi. (Phys)

Trubus.id -- China kembali membuat gempar publik dengan inovasi teknologi canggihnya. Negeri Tirai Bambu tersebut bakal meluncurkan satelit iluminasi yang dikenal sebagai artificial moon alias bulan buatan. Rencananya, artificial moon akan diluncurkan pada 2020 mendatang.

Dikembangkan oleh Chengdu Aerospace Science and Technology Microelectronics System Research Institute, bulan buatan itu dibuat untuk menerangi kota menggantikan penerangan konvensional yang umumnya menggunakan lampu-lampu jalan.

Kepala Lembaga Penelitian Sains Chengdu Aerospace, Wu Chunfeng, mengklaim bahwa bulan buatan akan memberikan cahaya delapan kali lebih terang dari bulan asli. Bulan ini juga dikatakan cukup terang menggantikan lampu jalan.

Baca Lainnya : Satelit China Jatuh ke Bumi, Bangkainya Jadi Rebutan

Menurut Wu, satelit tersebut mampu menerangi area seluas 10 hingga 80 kilometer. Sementara itu, jangkauan pencahayaan yang tepat bisa dikontrol dalam beberapa puluh meter.

Meski hanya akan bersinar di Chengdu, cahaya bulan buatan itu bakal nampak di seantero China. Namun, masih sedikit yang diketahui tentang tinggi, ukuran dan tingkat kecerahan yang dimiliki bulan buatan ini.

Rencana China meluncurkan bulan buatan membuat beberapa ilmuwan prihatin. Pasalnya, lampu yang dipantulkan dari angkasa bisa membawa dampak buruk bagi aktivitas hewan tertentu dan pengamatan astronomi.

Baca Lainnya : Suhu Bumi Meningkat, Tersisa 12 Tahun untuk Atasi Perubahan Iklim

Namun, Direktur Institut Optik Sekolah Luar Angkasa, Institut Teknologi Harbin, Kang Weimin membantahnya. Menurut Kang, cahaya satelit yang dihasilkan mirip dengan cahaya saat senja dan tidak memengaruhi aktivitas hewan.

Perlu Trubus Mania ketahui, China bukan negara pertama yang mencoba membangun bulan buatan. Sebelumnya, Rusia pernah meluncurkan proyek serupa. Pada tahun 1990an, Rusia meluncurkan sistem pemantulan cahaya matahari ke Bumi atau cermin ruang angkasa. Sistem itu dimaksudkan untuk menghasilkan cahaya setara dengan tiga hingga lima kali cahaya bulan purnama. [DF]


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Perubahan Iklim Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Anak Seluruh Dunia

Health & Beauty   19 Nov 2019 - 07:12 WIB
Bagikan:          
Bagikan: