Anjing Pelacak di Jepang Bisa Deteksi Dini Kanker

TrubusLife
Diah Fauziah | Followers 0
16 Okt 2018   13:30

Komentar
Anjing Pelacak di Jepang Bisa Deteksi Dini Kanker

Anjing memiliki sekitar 300 juta sensor di hidungnya jika dibandingkan dengan manusia yang hanya punya lima juta sensor. (Video screengrab)

Trubus.id -- Kaneyama, sebuah kota di Jepang dengan 6.000 penduduk, memiliki tingkat kematian tertinggi dari kanker perut, kata laporan setempat. Tidak heran jika kota ini mengambil bagian dalam program penelitian, di mana sampel urine beku penduduk Kota Kaneyama dikirim ke Nippon Medical School. Di Nippon Medical School, anjing dilatih untuk mengendus tanda-tanda penyakit.

Anjing memiliki sekitar 300 juta sensor di hidungnya jika dibandingkan dengan manusia yang hanya punya lima juta sensor. Selain itu, anjing juga punya perangkat untuk mencium bau di belakang hidung mereka. Kombinasi yang memungkinkan anjing terlatih untuk mendeteksi kanker karena konon, mengeluarkan bau tertentu.

Baca Lainnya : Pria Ini Bangun Rumah Mewah Rp7,6 Miliar untuk Anjing Kesayangan

"Dalam penelitian kami sejauh ini, anjing-anjing pendeteksi kanker telah menemukan tanda-tanda kanker dengan akurasi hampir 100 persen," kata Profesor Miyashita dari Nippon Medical School.

Hingga saat ini, ada lima anjing yang dilatih untuk bekerja sebagai pendeteksi kanker di Jepang. Untuk melatih seekor anjing mendeteksi kanker, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, sekitar US$45 ribu atau setara Rp685 juta.

Anjing pengendus kanker tidak hanya ada di Jepang. Di Inggris, percobaan besar dilakukan pada tahun 2016 di Medical Detection Dogs, di mana anjing diajari untuk mengendus kanker prostat dari sampel urine. Medical Detection Dogs mengklaim tingkat keberhasilan yang mencapai 93 persen.

Baca Lainnya : Gara-gara Anjing, Pertandingan Sepak Bola Dihentikan Sementara

Dalam sesi latihan, anjing diharuskan mengendus sampel urine yang berbeda. Hanya ada satu sampel yang berisi sel kanker. Ketika mendeteksi baunya, anjing tersebut dilatih untuk duduk di depan sampel dan menyentuhnya dengan hidung.

"Kami sekarang memahami anjing-anjing dengan kemampuan luar biasa," kata Claire Guest, pendiri Medical Detection Dogs saat ditemui Huffington Post. [DF]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: