Likuifaksi Bisa Dihindari, Begini Caranya

TrubusLife
Diah Fauziah | Followers 0
11 Okt 2018   15:00

Komentar
Likuifaksi Bisa Dihindari, Begini Caranya

Likuifaksi di Petobo, Palu, terjadi karena perubahan karakter material padat menjadi cairan akibat guncangan besar gempa bumi. (Trubus.id/ Thomas Aquinus)

Trubus.id --  

Fenomena alam tentang hilangnya kekuatan lapisan tanah akibat beban getaran gempa bumi atau likuifaksi yang terjadi di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, bisa dihindari. Hal tersebut diungkapkan oleh Iman Achmad Sadisun, ahli geologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Likuifaksi merupakan perubahan karakter material padat (solid) menjadi seperti cairan (liquid) sebagai akibat dari guncangan besar," kata Imam, dikutip dari artikel di laman resmi ITB.

Baca Lainnya : LIPI: Likuifaksi Terjadi karena Lapisan Tanah Pasir

Secara umum, likuifaksi terjadi di wilayah rawan gempa dengan muka air tanah dangkal yang kondisi tanahnya kurang terkonsolidasi. Ditambah dengan gempa bumi berkekuatan lebih dari 5 magnitudo di kedalaman kategori dangkal.

"Material tanah yang terlikuifaksi berada di bawah muka air tanah dengan kedalaman sekitar 20 meter atau lebih, tergantung persebaran tanah di suatu wilayah," jelasnya.

Imam mengungkapkan jika potensi likuifaksi suatu daerah bisa diminimalisasi dengan berbagai cara.

Baca Lainnya : Dugaan Peneliti, Likuifaksi di Petobo karena Endapan Lumpur dan Pasir

"Misalnya melakukan berbagai upaya rekayasa pengerasan atau pemadatan material tanah dengan mencampurkan semen, injeksi semen, membuat pondasi dalam sampai tanah keras," bebernya.

Namun, ada kendala untuk mewujudkan hal tersebut.

"Kendalanya ialah biaya yang mahal. Untuk rumah biasa, hal seperti itu sulit dilakukan. Tapi, untuk bangunan yang tinggi, cara ini harus dilakukan," jelasnya. [DF]

 

  

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: