Tepung dari Tulang Ikan Patin Diklaim Bisa Mengatasi Stunting

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
11 Okt 2018   15:30

Komentar
Tepung dari Tulang Ikan Patin Diklaim Bisa Mengatasi Stunting

Tepung tulang ikan patin diharapkan bisa membantu atasi masalah stunting di Indonesia (AntaraNews)

Bertubuh pendek, kerdil, gagal tumbuh atau stunting menjadi permasalahan besar di Indonesia. Hingga 2017, hampir sepertiga balita mengalami stunting akibat asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama. Stunting tidak terdeteksi sejak janin dalam kandungan, namun nampak saat anak berusia dua tahun. Ditandai dengan pertumbuhan anak lebih pendek dibandingkan seusianya.

Untuk mengatasi permasalahan itu, tim dosen Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP), Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, melalui penelitiannya telah berhasil menemukan formula baru yang diklaim dapat mengatasi masalah stunting. Para peneliti secara ilmiah berhasil memformulasikan tepung dari tulang ikan patin (Pangasius hypopthalmus) untuk mengatasi permasalahan anak kerdil atau stunting.

Baca Lainnya : Menkes Ajak Generasi Muda Hidup Sehat dan Perangi Stunting

"Tulang ikan patin yang tinggi protein, kalsium dan fosfor sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang balita," kata Nur Aprianis, ketua penelitian dan juga dosen S1 Gizi UP.

Nur, yang melakukan penelitian bersama Vera Wati Besti dan M Nurman, menjelaskan alasannya memilih ikan patin. Kabupaten Kampar merupakan penghasil ikan patin terbesar di Riau. Itulah kenapa, para peneliti berusaha memanfaatkan limbah tulang ikan patin yang lantas dijadikan tepung lalu diproduksi menjadi bihun, mi putih halus.

Tekstur bihun yang lembut membuatnya mudah dimasak dan dikonsumsi oleh balita dan juga masyarakat umum. Harganya terbilang murah sehingga terjangkau segala lapisan masyarakat.

Menurut jurnal MKMI, penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Variabel yang dikaji adalah nilai gizi tepung tulang ikan patin berupa analisis proksimat (kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat), analisis kalsium dan fosfor.

Baca Lainnya : Menkes Ajak Masyarakat Indonesia Perangi Stunting

Peneliti juga melakukan uji indra (organoleptik) terdiri dari uji hedonik (kesukaan atau sebaliknya) dan mutu hedonik. Uji Organoleptik merupakan cara pengujian dengan menggunakan indra manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan terhadap produk yang sejatinya mempunyai peranan penting dalam penerapan mutu.

Sementara, uji sensori dilakukan dengan metode rating hedonik melalui penambahan tepung tulang ikan patin untuk pengukuran sifat fisik pangan seperti warna, rasa, aroma, bentuk dan tekstur bihun terhadap tingkat penerimaan konsumen. Proses penelitian untuk membuat tepung dari tulang ikan patin tersebut dimulai sejak 2017 dan mendapatkan hasilnya pada 2018.

Baca Lainnya : Cegah Stunting itu Penting untuk Generasi Indonesia yang Lebih Baik

Nur mengatakan jika hasil penelitian sudah mendapat hak paten dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia (RI) melalui Undang-Undang No. 28 Pasal 72 Tahun 2014 tentang hak cipta.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formula terbaik dan karakteristik bihun yang kaya akan protein dan kalsium dengan penambahan tepung ikan patin.

Badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) pada 2006 lalu telah mengatur standar pertumbuhan bayi berdasarkan usia dan jenis kelamin. Aturan ini kemudian diadopsi menjadi Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1997/2010.

Baca Lainnya : Cegah Stunting, Kemendikbud Bikin Kelas Parenting di 92 Kabupaten

Jika masalah gizi tak segera ditangani, sang bayi bisa menderita kwasiorkor dengan gejala perut membuncit serta kaki bengkak atau marasmus yang badannya kurus kerempeng hingga raut muka terlihat tua karena tak adanya lemak.

Sementara, anak yang mengalami stunting ketika dewasa berpeluang terjangkit penyakit kronis seperti diabetes, kanker, stroke dan hipertensi. Pada kondisi terburuknya, stunting bisa mengganggu perkembangan otak penderita. [DF]
 

 
 
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Kantong Teh Celup Bisa Memicu Sel Kanker?

Ayu Setyowati   Health & Beauty
Bagikan:          
Bagikan: