Suhu Bumi Meningkat, Tersisa 12 Tahun untuk Atasi Perubahan Iklim

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
11 Okt 2018   11:00

Komentar
Suhu Bumi Meningkat, Tersisa 12 Tahun untuk Atasi Perubahan Iklim

Aksi menyelamatkan lingkungan harus dimulai sekarang, karena hanya tersisa 12 tahun sebelum terjadi kerusakan global akibat perubahan iklim (KRCU)

Trubus.id -- Masalah lingkungan benar-benar tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Laporan terbaru para peneliti di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan jika kita hanya punya 12 tahun untuk memerangi kemungkinan bencana akibat perubahan iklim. Time to do something!

Beberapa hari lalu, Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB merilis laporan baru. Isinya mengumumkan bahwa suhu bumi meningkat sejak tahun 1950-an yang tidak pernah terjadi sebelumnya selama berabad-abad. Hanya tersisa 12 tahun untuk membatasi perubahan iklim. Laporan itu juga menggambarkan peningkatan risiko panas yang ekstrem, kekeringan dan banjir. Dalam laporan tersebut bahkan disebutkan permukaan air laut bisa meningkat hingga 82 sentimeter akhir abad ini.

Foto: The Independent

Laporan ini ditulis oleh 91 ilmuwan dari 40 negara. Menurut The Huffington Post, laporan penelitian ini mengutip lebih dari 6.000 referensi ilmiah. Mereka menyimpulkan krisis iklim yang sangat besar bisa muncul pada tahun 2040. Saat itu, terdapat risiko kekurangan makanan yang lebih buruk, kebakaran hutan dan kepunahan total terumbu karang.

Para ilmuwan menemukan suhu dunia akan meningkat ke angka yang mengkhawatirkan jika emisi gas rumah kaca terus berlanjut pada tingkat seperti sekarang ini. Atmosfer akan memanas sebanyak 1,5 derajat Celsius. Memicu banjir di garis pantai serta kekeringan dan kemiskinan yang memburuk.

Penelitian sebelumnya telah menemukan kerusakan planet jika suhu rata-rata naik lebih tinggi, sekitar dua derajat Celsius. Angka ini digunakan karena merupakan ambang batas yang sebelumnya dianggap para ilmuwan sebagai efek perubahan iklim yang paling parah. Sekarang, celah itu lebih kecil.

"Ini adalah salah satu laporan paling penting yang pernah dihasilkan oleh IPCC. Tentu, salah satu yang paling dibutuhkan. Perubahan iklim sudah memengaruhi orang, mata pencaharian dan ekosistem di seluruh dunia," kata Hoesung Lee, ketua IPCC.

Tak mudah, bukan tak mungkin

Para ilmuwan mengakui bahwa tantangannya akan sulit dipenuhi. Untuk menjaga agar tidak melampaui ambang 2,7 derajat Celsius, seluruh negara di dunia harus menghentikan penggunaan bahan bakar fosil secara agresif. Dari 40 persen penggunaan energi menjadi satu hingga tujuh persen untuk mencapai emisi nol pada tahun 2050.

Foto: Livemint

Para pemimpin dunia juga harus bekerja sama untuk menghilangkan karbon dioksida dan gas-gas yang memerangkap panas lain keluar dari atmosfer untuk maju ke depan.

Jika perubahan iklim dibiarkan tanpa perubahan, akan terjadi kerusakan permanen di Bumi. The New York Times melaporkan, total kerugian yang diderita warga Bumi pun bisa mencapai US$54 triliun.

Laporan tersebut mengindikasikan upaya besar-besaran perlu dilakukan agar pemanasan global tetap terjaga, maksimal 1,5 derajat Celsius. Lebih dari itu akan menyebabkan konsekuensi yang lebih mengerikan.

Saat ini, suhu di Bumi satu derajat Celsius lebih hangat dibandingkan dengan masa pra industri. Untuk memerangi perubahan iklim, beberapa perubahan penting perlu dilakukan. Misalnya pengurangan emisi karbon dioksida yang drastis. Gas rumah kaca juga perlu dikurangi hingga 45 persen pada tahun 2030 dan 100 persen pada tahun 2050. Laporan ini memprediksi masa depan yang menakutkan jika para pemimpin dunia tidak mengendalikan emisi gas rumah kaca masing-masing negara. [DF]

 

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: