7 Tanaman Hias Pembersih Udara di Ruangan

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
09 Okt 2018   14:31

Komentar
7 Tanaman Hias Pembersih Udara di Ruangan

Lidah mertua bisa menyerap berbagai polutan dari udara. (jas anchetta interior)

Trubus.id -- Tren desain interior selama dekade terakhir mengusung indoor plant alias tanaman hias dalam ruangan sebagai dekorasi interior yang menyejukkan mata. Tak hanya memanjakan mata, beberapa tanaman hias ini juga berfungsi sebagai pembersih udara dan polutan yang ada di dalam ruangan.

Pada tahun 1980-an, penelitian yang dilakukan mengungkapkan bahwa udara dalam ruangan (termasuk dalam kabin roket) memiliki tingkat polutan yang lebih buruk daripada udara di luar sana.

Faktanya, polusi dalam ruangan menduduki peringkat 5 teratas faktor risiko lingkungan yang memengaruhi kesehatan masyarakat. Ruangan sumpek yang hampir selalu tertutup memungkinkan zat polutan menumpuk dalam jumlah besar, di luar ambang batas toleransi manusia. Bisa menyebabkan sick building syndrome: kepala, pusing, mual, dan iritasi pada mata, telinga dan hidung.

Menurut NASA, tanaman hias bisa jadi solusi untuk membersihkan polutan di rumah. Ya, tak hanya mempercantik dekorasi interior, sejumlah tanaman hias ini bisa membersihkan udara rumah.

Baca Lainnya : Hati-hati, Ini 7 Tanaman Paling Berbahaya di Dunia

Lidah mertua

Tanaman dengan nama ilmiah Sansevieria trifasciata ini terkenal sebagai biangnya tanaman hias pembersih udara dalam ruangan karena mampu menyerap berbagai jenis polutan dari udara seperti karbon monoksida, nikotin, benzene, formaldehyde, trichloroethylene dan dioksin. Hebatnya lagi, lima hingga enam lembar daun lidah mertua atau snake plant yang dewasa cukup untuk membersihkan udara di ruangan sampai 100 meter kubik. Menurut tradisi bangsa China, meletakkan lidah mertua di sudut ruangan tertentu mendatangkan energi positif dalam bentuk kemakmuran, kepandaian dan panjang umur.

Lidah buaya

Foto: quora.

Sejak dahulu, tanaman yang aslinya berasal dari Arab ini kerap dipergunakan manusia sebagai penyubur rambut dan bahan dasar pembuat kosmetik. Selain itu, tanaman dengan nama ilmiah Aloe vera ini dapat berfungsi sebagai pembersih udara dalam ruangan karena mampu menyerap benzene, formalin dan beberapa jenis bahan kimia lainnya dari udara.

Tanaman ini tak perlu perawatan rumit. Cukup keluarkan dari ruangan secara rutin seminggu atau dua minggu sekali dan disiram untuk membuatnya segar. Tingginya bisa mencapai 90 hingga 100 sentimeter. NASA membuktikan bahwa lidah buaya merupakan pelahap formaldehida dari udara. Menahbiskannya sebagai tanaman hias pembersih udara dalam ruangan.

Majesty palm

Orang Indonesia mengenalnya dengan nama palem. Dalam Bahasa Inggris, tanaman hias ini dikenal sebagai reed palm atau bamboo palm yang bernama latin Chamaedorea sefritzii. Habitat aslinya ialah Meksiko dan Amerika Tengah yang tropis. Tidak heran jika tanaman ini bisa tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Baca Lainnya : 10 Tips Perawatan Tanaman Hias Monstera

Palem mampu menyerap benzene, formalin dan trichloroethylene dari udara. Sebaiknya, letakkan dekat dinding karena mampu mengisap berbagai zat yang keluar dari cat dinding. Sebaiknya, tanaman ini ditaruh di tempat teduh karena daunnya akan mengering kalau terlalu banyak terpapar matahari.

Anthurium bunga

Tanaman indoor yang menarik dan eksotis saat bunganya mekar. Bukan sekadar mempercantik ruangan, tanaman ini sangat berfungsi untuk menyedot zat amonia, formaldehida, toluena dan xilena. Sangat bijak jika kita pasang tanaman ini di area perkantoran terutama di sekitar mesin fotokopi, printer atau perekat ruangan.

Sri rejeki

Foto: costafarm.

Pada tahun 2004 hingga 2008, sri rejeki atau Aglaonema, disukai pencinta tanaman. Tidak heran jika harga satu pot Aglaonema bisa mencapai Rp100 juta. Harganya yang mahal bukan karena tamanan ini mampu membersihkan benzena dan formaldehide dari udara di sekitarnya, tapi karena sedang booming, di mana banyak orang tergila-gila pada kecantikannya.

Dalam Bahasa Inggris, sri rejeki dikenal sebagai chinese evergreen, meski populasinya banyak di daerah tropis seperti Indonesia. Jika diletakkan di tempat teduh, tangkai Aglaonema akan memanjang dan daunnya melebar. Pastikan untuk mengeluarkan tanaman ini secara berkala dari ruangan untuk mendapat cahaya matahari.

Bunga krisan

Lebih mudah menyebutnya dengan bunga krisan atau seruni. Tanaman berbunga ini mampu menyerap beberapa jenis polutan berbahaya dari udara seperti benzena, formalin, amonia dan xylene. Tanaman dengan nama latin Chrysanthemum ini punya warna daun yang indah seperti merah, pink dan kuning. Itulah kenapa, bunga krisan bisa memberikan tambahan suasana ceria di dalam ruangan. Sebagai bunga nasional Jepang, habitat asli tanaman ini di Asia dan Timur Laut Eropa.

Peace Lily

Foto: IHG.

Umumnya, daun tanaman ini berwarna merah, putih dan bentuknya panjang. Agar tahan lama, lebih baik jika tanaman ini diletakkan di tempat yang agak jauh dari sinar matahari langsung seperti jendela.

Spathiphyllum bisa menyerap formaldehid, benzena, trichloroethylene, toluena dan xilena yang banyak terdapat di udara dalam ruangan. Hanya, pastikan untuk meletakkan di tempat yang tidak terjangkau anak-anak karena bisa menyebabkan iritasi kulit dan sakit kepala. Sangat mudah merawat tanaman ini. Pencahayaan kurang tidak menjadi masalah bagi tanaman yang habitat aslinya di kawasan tropis Amerika dan Asia Tenggara.

Baca Lainnya : Daun Kratom, Tanaman Obat yang Punya Efek Psikotropika

Sirih gading

Dijamin, Trubus Mania sering menemukan tanaman ini sebagai dekorasi interior di rumah. Tanaman merambat ini banyak dipakai sebagai penghias ruangan. Apalagi, tanaman ini bersahabat untuk pengidap asma dan alergi. Tanaman bernama latin Epipremnum aureum ini bisa menyerap formalin yang mengontaminasi rumah dan menyerap urea (uap zat sisa feses dan urine) yang membuat kamar tidur berbau tak sedap.

Tapi ingat, sirih gading adalah tanaman beracun. Maka, jauhkan dari anak-anak dan hewan kesayangan. Jangan terlalu sering menyiram tanaman rambat ini karena hanya membutuhkan sedikit air dan cahaya matahari tidak langsung. Letakkan satu atau dua pot sirih gading di dalam garasi rumah untuk menyerap gas buang knalpot. [DF]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: