Penelitian Sebut Yoghurt Penyebab Obesitas, Ini Sebabnya 

TrubusLife
Ayu Setyowati
23 Sep 2018   19:00 WIB

Komentar
Penelitian Sebut Yoghurt Penyebab Obesitas, Ini Sebabnya 

Yoghurt Yunani termasuk alami dan rendah gula (HealthLine)

Trubus.id -- Suka makan yoghurt saat sarapan? Hati-hati. Sebuah penelitian mengungkap jika yogurt bisa memicu obesitas, loh. Ini dipicu karena yoghurt mengandung gula tinggi.

Hampir semua yoghurt yang dijual di supermarket mengandung jumlah gula di atas ambang yang disarankan. Setidaknya ada sembilan dari 10 produk yoghurt yang kandungan gulanya tidak sehat. Dilansir dari Fox News (21/9), dalam 100 gr yoghurt rata-rata mengandung lebih dari 5 gr gula. 

Sebanyak 921 merek yoghurt paling populer pun diperiksa oleh peneliti dari University of Leeds, di mana hampir semuanya mengandung gula yang jumlahnya tidak dicantumkan dalam label informasi nilai gizi. 

Dari temuan ini, para peneliti mengklaim jika yogurt bisa menjadi pemicu obesitas. Jadi untuk para pembeli disarankan untuk lebih cermat melihat kandungan nutrisi yoghurt sebelum membelinya. 

Baca Lainnya: Wanita Obesitas Cenderung Memiliki Anak Autisme?

Yoghurt yang dijual sebagai dessert adalah jenis yang paling banyak mengandung gula. Mengandung 16,4 gram gula dalam 100 gr yoghurt. Artinya dalam 100 gr yoghurt terkandung lebih dari empat sendok teh gula.

Yoghurt yang berlabel organik juga tak menjamin isinya. Kandungan gula dalam yogurt organik sekitar 13,1 gram. Sementara dalam yoghurt Yunani (Greek yoghurt) alias yogurt alami hanya mengandung 5 gram pada setiap 100 gramnya, yang juga mengandung protein tinggi. 

Para pakar kesehatan mengatakan anak-anak pada usia empat hingga enam tahun seharusnya tidak mengasup lebih dari 19 gram gula per hari. Artinya kalau anak-anak makan satu cup yoghurt, mereka sudah melewati batas kebutuhan gula harian. 

Ternyata ada alasan mengapa gula banyak ditambahkan ke dalam yoghurt, salah satunya karena pemanis ini berfungsi untuk melawan asam laktat yang diproduksi oleh bakteri dalam yoghurt, yang membuat yoghurt memiliki manfaat baik untuk sistem pencernaan.

Baca Lainnya: Risiko Kesepian Jauh Lebih Mengerikan Dibanding Obesitas

Ketua penelitian, Dr. Bernadette Moore mengatakan "Meskipun yoghurt memiliki manfaat bagi kesehatan, tapi produk di pasaran memiliki sangat banyak varian kandungan nutrisi. Produk berlabel organik sering dianggap sebagai pilihan 'sehat' tetapi mereka mungkin mengandung tambahan gula yang banyak."

Sementara Dr. Barbara Fielding, yang bekerja pada penelitian di University of Surrey, mengatakan, "Konsumsi makanan tinggi gula tambahan sekarang benar-benar memicu masalah obesitas dan gigi. Di Inggris, rata-rata anak-anak makan lebih banyak yoghurt daripada orang dewasa. Anak-anak di bawah tiga tahun makan paling banyak."

Pusat Kesehatan Masyarakat Inggris pun mengimbau produsen makanan untuk mengurangi kandungan gula dalam produk makanan termasuk yoghurt. Dr Alison Tedstone, kepala ahli gizi di PHE, mengatakan: "Industri makanan memiliki peran utama untuk mengurangi jumlah gula yang dibeli dan dikonsumsi. Kami berharap kedepannya produk makanan dibuat dengan kandungan gula yang semakin dikurangi." 

Jadi, meski berdampak baik untuk kesehatan pencernaan, yoghurt tidak disarankan untuk dikonsumsi terlalu banyak. Sebagai alternatif, santaplah yoghurt alami atau yoghurt yunani yang terbukti rendah gula. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: