Unik, Laba-laba Bikin Jaring 300 Meter di Musim Kawin

TrubusLife
Ayu Setyowati
20 Sep 2018   18:00 WIB

Komentar
Unik, Laba-laba Bikin Jaring 300 Meter di Musim Kawin

Jaring laba-laba di sebuah pantai di Yunani Barat. (Live Science)

Trubus.id -- Apa yang kalian rasakan jika melihat jaring laba-laba terbentang ratusan meter di pantai? Takjub, menyeramkan, tidak percaya, semua perasaan itu jadi satu. Inilah yang dirasakan penduduk Aitoliko di Aetolia-Acarnania, Yunani Barat, Yunani. Seluruh pantai yang mengelilingi pulau itu seakan dikuasai oleh arachnida alias laba-laba.

Dalam sebuah video YouTube yang diunggah Giannis Giannakopoulos pada Selasa (18/9), kita bisa melihat hasil karya aneh sekaligus menyeramkan laba-laba tersebut. Bagaimana tidak, jaring laba-laba tersebut membentang luas sejauh 300 meter di pantai.

Semak belukar dan daun-daun palem diselimuti jaring laba laba yang tebal. Begitu juga dengan kapal nelayan dan kursi di tepi pantai yang nampak sudah lama tak terpakai. Mungkin, ada ribuan laba-laba yang sedang membangun jaring, makan, atau bereproduksi.

Baca Lainnya : Mirip Permen, Telur Laba-laba Ini Ternyata Beracun Loh

Situs berita Yunani, Newsit.gr, meminta pendapat Maria Chatzaki, ahli biologi, terkait pemandangan tak lazim itu. Menurut Maria, pemandangan yang ada di sekitar Aitoliko merupakan sesuatu yang tidak biasa dan bersifat musiman.

"Fenomena yang kami amati di Aitoliko belum pernah terjadi sebelumnya. Fenomena musiman yang terjadi di akhir musim panas dan awal musim gugur. Saya yakin, pelakunya adalah laba-laba dari genus Tetragnatha," ujarnya.

Dilansir dari Live Science, Tetragnatha merupakan genus laba-laba yang memiliki ratusan spesies. Dapat ditemukan di seluruh dunia, walaupun paling banyak di daerah tropis dan subtropis. Laba-laba genus Tetragnatha sering disebut sebagai laba-laba peregangan karena bentuk tubuh yang bisa memanjang dan berovulasi.

Baca Lainnya : Ini Sebabnya Tak Boleh Membunuh Laba-Laba

Jaring yang dibuatnya tak hanya untuk menangkap mangsa seperti lalat dan nyamuk, tapi juga bersarang. Maria mengatakan jika fenomena yang ada di Aitoliko merupakan tontonan yang akan cepat berlalu, meski indah sekaligus agak menggelikan.

"Ada banyak laba-laba jantan dan betina yang kawin saat musim panas. Jelas, ini merupakan suatu kondisi yang menguntungkan untuk menciptakan lebih banyak populasi," jelasnya.

Suhu hangat dan kelembapan tinggi di pesisir Yunani membantu menciptakan kondisi perkawinan yang kondusif untuk laba-laba. Kondisi ini menguntungkan, mengingat jumlah nyamuk yang juga melimpah. Laba-laba di Aitoliko kemungkinan akan terus kawin dalam waktu cukup lama untuk melanjutkan generasi. Kemudian, mereka mati tanpa menyebabkan kerusakan permanen pada manusia atau lingkungan. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: