Mikroplastik Bisa Masuk ke Rantai Makanan dari Nyamuk

TrubusLife
Diah Fauziah
20 Sep 2018   14:30 WIB

Komentar
Mikroplastik Bisa Masuk ke Rantai Makanan dari Nyamuk

Nyamuk. (Reuters)

Trubus.id -- Larva nyamuk telah diamati menelan mikroplastik yang dapat disalurkan ke rantai makanan, kata para peneliti, Rabu (19/9). Temuan ini berpotensi mengungkap cara baru jika partikel polusi dapat merusak lingkungan.

Mikroplastik, pecahan plastik kecil yang dipecah dari produk buatan manusia seperti pakaian sintetis, ban mobil dan lensa kontak, banyak ditemukan di lautan di seluruh dunia.

Mikroplastik sulit dikenali dan dikumpulkan. Secara serius, dapat merusak satwa laut. Diyakini bisa menimbulkan risiko signifikan bagi kesehatan manusia jika berada pada rantai makanan dan mencemari pasokan air.

Baca Lainnya : Lensa Kontak Berkontribusi pada Pencemaran Mikroplastik di Lautan

Dan sekarang, para peneliti dari Universitas Reading di Inggris percaya jika mereka telah memiliki bukti bahwa mikroplastik dapat memasuki ekosistem manusia melalui udara. Tepatnya dari nyamuk dan serangga terbang lainnya.

Tim mengamati larva nyamuk yang perlahan menelan manik-manik plastik mikroskopis, mirip dengan bola plastik kecil yang ditemukan dalam produk kosmetik. Setelah itu, peneliti memantau nyamuk melalui siklus hidup mereka. Hasilnya, banyak partikel mikroskopis dipindahkan ke nyamuk dewasa. Artinya, makhluk hidup apa pun yang memakan serangga terbang di alam liar, akan menelan plastik.

"Kami hanya melihat nyamuk sebagai contoh. Namun, ada banyak serangga yang hidup di air dan memiliki siklus hidup sama dengan larva yang memakan makanan di dalam air dan kemudian jadi dewasa," kata Amanda Callaghan, ilmuwan biologi di Universitas Reading yang juga penulis studi utama kepada AFP.

Baca Lainnya : Mikroplastik Menghancurkan Biota Laut

Hewan yang dikenal memakan serangga ialah beberapa spesies burung, kelelawar dan laba-laba, yang semuanya diburu oleh hewan lain.

"Pada dasarnya, ini adalah jalur lain untuk polusi yang belum dipertimbangkan sebelumnya," jelas Amanda.

Meskipun mengamati nyamuk di laboratorium, Amanda yakin jika prosesnya sudah terjadi di alam liar. Beberapa negara termasuk Inggris telah melarang produk mengandung microbeads. Namun, Amanda mengatakan jika masalah masih ditemukan.

"Ini masalah besar. Plastik yang sudah ada di lingkungan, akan bersama kita untuk waktu sangat lama," katanya. [DF]


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Dosen IPB University Berbagi Tips Merawat Ikan Hias

Pet & Animal   12 Jan 2021 - 10:50 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Tips Penyembuhan Indera Penciuman Usai Terpapar Covid-19

Health & Beauty   21 Des 2020 - 17:12 WIB
Bagikan: