Parlemen Norwergia Soroti Pengelolaan Gambut Indonesia

TrubusLife
Binsar Marulitua | Followers 0
16 Sep 2018   11:00

Komentar
Parlemen Norwergia Soroti Pengelolaan Gambut Indonesia

Ilustrasi (Istimewa)

Trubus.id -- Lima belas anggota Parlemen Norwegia dari Komisi Energi dan Lingkungan, berencana akan berkunjung ke Indonesia pada tanggal 21 – 27 September mendatang. Mereka tertarik mendapatkan gambaran pencapaian pengelolaan hutan khususnya pengendalian perubahan iklim. 

"Mereka ingin mendapatkan gambaran mengenai pencapaian target Indonesia dengan melihat langsung di tingkat tapak," kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan, Sabtu (15/9).

Kunjungan ini difokuskan pada lokasi perhutanan sosial, pengendalian perubahan iklim, dan pengelolaan kelapa sawit. Khusus untuk agenda pengendalian perubahan iklim, akan mengunjungi Markas Daops Manggala Agni Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Baca Lainnya : Restorasi Lahan Gambut Indonesia Dilirik Lembaga Penelitian Prancis

Dalam agenda kunjungan, Parlemen Norwegia berencana akan meninjau langsung sumberdaya dan upaya-upaya pengendalian karhutla di wilayah Kalimantan Barat. Praktek pembukaan lahan tanpa bakar yang dilakukan masyarakat menjadi salah satu titik yang hendak ditinjau.

Raffles mengungkapkan bahwa pengelolaan gambut menjadi fokus Parlemen Norwegia, karena karhutla yang terjadi pada lahan gambut ini berdampak besar pada emisi yang dihasilkan. 

"Indonesia dinilai telah berhasil menurunkan emisi CO2 yang dihasilkan dari kebakaran gambut," lanjutnya.

Pada tahun ini, tantangan Indonesia dalam pengendalian karhutla masih cukup besar. Musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dari tahun sebelumnya menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Baca Lainnya : Di Pekanbaru, Pohon Kurma Sukses Ditanam di Lahan Gambut

Selama kurun waktu 2015 hingga 2017, Indonesia berhasil menekan angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan pantauan Posko Pengendalian Karhutla KLHK, luas karhutla tahun 2017 menurun 93,66% dibandingkan tahun 2015.

Pada tahun 2015, luas total karhutla di Indonesia seluas 2.611.411 hektar, sedangkan tahun 2017 seluas 165.484 hektar. Jika dibandingkan tahun 2016, luas karhutla 2017 juga menurun sebesar 62,25%. 

Penurunan angka karhutla ini menjadi capaian positif bagi Pemerintah Indonesia. Tidak hanya berhasil dalam pengendalian karhutla, tetapi juga berdampak pada penurunan emisi gas rumah kaca. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: