Diet Buddha, Cara Menurunkan Berat Badan dengan Konsentrasi

TrubusLife
Ayu Setyowati
06 Sep 2018   12:00 WIB

Komentar
Diet Buddha, Cara Menurunkan Berat Badan dengan Konsentrasi

Diet Buddha (Picolericette)

Trubus.id -- Lagi-lagi soal diet. Pernah dengar metode diet Buddha? Ya, metode ini terinspirasi dari kehidupan Siddhartha Gautama yang memilih untuk melepas kekayaannya dan hidup mengembara. Selama perjalannya ia mencoba mencari banyak hal yang mampu membuatnya merasakan tenang di luar harta kekayaan.  Siddhartha Gautama mengajarkan banyak arti kehidupan melalui pikiran, ketenangan dan pola hidup vegetarian yang membuat dirinya akhirnya menemukan kebahagiaan.

Melalui cerita tersebut seorang penulis, ilmuwan data dan pendeta, Dan Zigmond, bersama rekan penulisnya Tara Cottrell, akhirnya merangkum semua kisah Siddhartha ke dalam sebuah buku berjudul “Buddha’s Diet: The Ancient Art of Losing Weight Without Losing Your Mind”. Dalam bukunya tersebut tertulis beragam pola hidup ajaran Buddha dan ilmu diet modern yang cocok diterapkan oleh kaum urban saat ini.

Mengutip Glitzmedia, metode diet ini berpusat pada konsentrasi serta konsistensi. Kamu hanya membutuhkan jam, skala, pikiran terbuka dan kemauan untuk menolak godaan di malam hari selama beberapa minggu. 

Baca Lainnya : Flexitarian, Diet Ala Vegetarian Sambil Tetap Konsumsi Daging

Diet Buddha adalah metode yang membatasi waktu makan seseorang atau yang terkenal dengan sebutan puasa intermittent. Konsep diet ini tergolong sederhana karena kamu tak perlu memikirkan berapa banyak porsi yang dikonsumsi, tetapi diwajibkan untuk dapat berkonsentrasi ketika makan. Sehingga nantinya tubuh dapat mengontrol asupan makan dengan sendirinya, sesuai kebutuhan badan. 

Metode ini tergolong efektif, karena orang dapat secara sadar membatasi asupannya melalui dorongan dalam diri tanpa sebuah paksaan. Saat orang berkonsentrasi penuh dengan apa yang mereka makan, maka sistem metabolisme tubuh akan bekerja lebih baik. Mereka bahkan dapat menekan nafsu makan berlebih karena merasa perut telah terisi penuh. Sebaliknya, mereka yang makan dengan tidak tenang atau sulit fokus, maka nafsu makan akan meningkat secara cepat serta merasa lapar terus-menerus.

Untuk tahap awal, kamu dapat membatasi waktu makan hingga 13 jam setiap hari selama dua minggu pertama. Ini merupakan tahap paling sulit yang sering membuat orang gagal menjalankannya, karena biasanya kamu akan makan selama 15 jam atau lebih setiap harinya. 

Baca Lainnya : Awas, Diet Rendah Karbo Bisa Memperpendek Umur

Pada minggu ketiga, kamu dapat kembali mengurangi waktu makan menjadi 12 jam per hari, kemudian 11, 10, sampai yang terakhir sembilan jam setiap harinya. Pada tahap akhir ini, mungkin kamu hanya mengonsumsi makan pada saat sarapan pukul 09:00 – 18:00 dan tidak makan sama sekali hingga esok paginya.

Selama menjalankan program diet, kamu diharapkan untuk dapat mengonsumsi makanan yang tinggi serat, nutrisi dan protein. Asupan yang paling tepat adalah berbagai jenis sayur dan buah. Kamu tak boleh mengonsumsi lemak atau makanan yang berminyak. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kiprah 3 Srikandi Berkarya Bagi Negeri di Masa Pandemi

Selebrity   07 Agu 2020 - 14:48 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: