Flexitarian, Diet Ala Vegetarian Sambil Tetap Konsumsi Daging

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
04 Sep 2018   14:00

Komentar
Flexitarian, Diet Ala Vegetarian Sambil Tetap Konsumsi Daging

Ilustrasi (Daily Hive)

Trubus.id -- Ada banyak cara yang dilakukan orang demi mendapatkan berat badan ideal dan juga tubuh yang lebih sehat, salah satunya adalah dengan melakukan diet atau perencanaan pola makan. Jenis diet pun berkembang, dari diet karbo, diet vegan hingga intermittent fasting. 

Di antara berbagai jenis diet yang sering dilakukan banyak orang, diet flexitarian merupakan salah satu bentuk pola makan di mana pelakunya masih bisa mendapatkan manfaat layaknya vegetarian sambil tetap mengonsumsi daging, loh. 

Apa itu diet flexitarian? 

Flexitarian berasal dari kata flexible dan vegetarian. Kata yang sudah terdaftar dalam Kamus Oxford ini merupakan salah satu bentuk pola makan yang menitikberatkan pada makanan yang berasal dari tanaman dan mengurangi konsumsi daging atau ikan. 

Baca Lainnya : Carnivore Diet, Pola Makan Hanya Daging Saja, Berani Coba?

Diet yang diciptakan oleh Dawn Jackson Blatner, seorang ahli diet dan juga penulis buku The Flexitarian Diet ini cocok bagi mereka yang ingin mengurangi asupan kalori dan mendapatkan tubuh lebih sehat dengan mengurangi konsumsi daging namun masih bisa mendapatkan manfaat kesehatan yang hampir sama dengan vegetarian sesungguhnya.

Diet flexitarian diyakini dapat memperpanjang usia

Blatner meyakini bahwa diet yang mengharuskan pelakunya untuk mengonsumsi 1500 kalori yang dibagi ke dalam tiga makan besar dan dua kali camilan ini mampu menurunkan risiko kesehatan terutama bagi penderita penyakit jantung, kanker dan diabetes, serta dapat memperpanjang hidup hingga 3,6 tahun dibandingkan mereka yang tidak mengikuti diet ini. 

Baca Lainnya : Berat Badan Tak Juga Turun, Coba Diet Jamur

Sebab, jika dibandingkan dengan seorang vegetarian yang sama sekali tidak mengonsumsi daging, seorang flexitarian tetap akan mendapatkan manfaat dan nutrisi penting bagi tubuh seperti protein, vitamin B12, dan zat besi yang sangat terkonsentrasi pada daging.

Cara kerja diet flexitarian

Diet flexitarian membagi makanan ke dalam lima kelompok utama, yakni daging-dagingan, buah dan sayuran, gandum, susu, gula dan rempah. Sedangkan pembagian kalori pada diet yang disarankan selama lima minggu dalam satu periode ini adalah 300 kalori untuk sarapan, 400 kalori untuk makan siang, 500 kalori untuk makan malam, dan 150 kalori untuk masing-masing camilan.

Sementara itu, bagi mereka yang ingin mengurangi berat badan, dapat menurunkan porsi makan menjadi 1200 kalori atau menaikkannya menjadi 1800 kalori asalkan harus dapat menaikkan porsi saat sarapan. 

Baca Lainnya : Awas, Diet Rendah Karbo Bisa Memperpendek Umur

Selain itu, sangat disarankan untuk memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan serta mengurangi porsi daging dan membiasakan diri untuk berolahraga selama 30 menit selama lima hari dalam seminggu selama menjalankan pola makan ini.

Bagi pemula, disarankan untuk mengonsumsi daging sebanyak 750 gram yang dibagi dalam empat kali makan dalam seminggu. Sedangkan pelaku diet yang lebih ahli alias sudah terbiasa hanya diperbolehkan makan daging yang jumlahnya tidak melebihi 250 gram untuk dua kali makan dalam seminggu.

Saat menjalankan pola makan ini, para flexitarian perlu memastikan mereka terhindar dari risiko anemia defisiensi besi saat membatasi konsumsi daging dengan meningkatkan asupan makanan nabati seperti kacang kedelai, buncis, lentil, dan semua sumber zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Diet flexitarian untuk meningkatkan kesehatan

Diet flexitarian yang flexibel ini sangat cocok dilakukan oleh mereka yang memiliki kelebihan berat badan, para penderita penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah kesehatan metabolik serta bagi mereka yang tidak bisa berkomitmen menjadi vegetarian.

Baca Lainnya : Diet Sleeping Beauty, Banyak Tidur demi Kurus?

Diet yang dikategorikan terjangkau ini diyakini dapat membantu siapa saja yang ingin mengelola berat badan dan meningkatkan kesehatannya dengan cara yang fleksibel tanpa perlu berkomitmen untuk menjadi seorang vegetarian.

Tapi jangan salah, diet flexitarian tak bisa dilakukan sembarangan terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kekurangan zat besi atau jenis anemia lainnya, alergi atau intoleransi makanan yang membatasi asupan makanan non-daging, serta bagi yang memiliki riwayat gangguan makan. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli sebelum menjalankannya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: