Lindungi Hewan Asli, Penduduk Desa Omaui Dilarang Pelihara Kucing

TrubusLife
Diah Fauziah
30 Agu 2018   16:30 WIB

Komentar
Lindungi Hewan Asli, Penduduk Desa Omaui Dilarang Pelihara Kucing

Kucing. (Blue Cross)

Trubus.id -- Ada peraturan baru yang cukup mencengangkan di Desa Omaui, Selandia Baru. Yakni, larangan bagi penduduk desa untuk memelihara kucing di rumah.

Jika ada penduduk yang sudah memelihara kucing sebelum peraturan ini diterbitkan, pemilik harus mengebiri dan mendaftarkan hewan peliharaannya itu. Setelah hewan peliharaan mereka mati, pencinta kucing tidak diperbolehkan lagi memelihara yang baru.

"Kucing bertanggung jawab atas kematian jutaan burung dan mamalia setiap tahunnya. Saya bukan anti kucing atau menghalangi seseorang untuk memeliharanya, tapi kucing dilarang berkeliaran di luar karena memang bukan tempat yang tepat buat mereka. Saatnya kita mengajari kucing, setelah sebelumnya berhasil mendidik anjing," kata Dr. Peter Marra, Kepala Pusat Migrasi Burung Smitsonian.

Baca Lainnya : Kelola Populasi Kucing Liar, Amerika Serikat Bikin Sensus

Dikutip dari The Guardian, ilmuwan konservasi sudah memperingatkan dampak kucing yang berkeliaran di luar rumah terhadap ekosistem global.

"Setiaknya, 63 spesies punah di seluruh dunia akibat melonjaknya populasi kucing," ucap Peter.

Di Amerika Serikat, ada 86 juta kucing peliharaan. Setiap tahun, hewan peliharaan manusia itu membunuh empat miliar burung dan 22 miliar mamalia di Amerika Serikat. Di Inggris, sebanyak 55 juta ekor burung menjadi korban kucing setiap tahunnya, menurut data organisasi Mammal Society.

Baca Lainnya : Selain Faktor Genetik, Ini Sebabnya Kucing Tidur Melulu

"Ini bukan kesalahan kucing semata, tapi manusia. Saya percaya, pencinta kucing harus punya perspektif yang sedikit berbeda," kata Peter.

Kamera pengintai yang dipasang di sepanjang Desa Omaui memperlihatkan video jika kucing yang berkeliaran di luar rumah seringkali memangsa burung, serangga, dan juga reptil.

"Kami tidak membenci kucing, hanya sekadar berusaha menjaga kehidupan alam liar yang ada di lingkungan sekitar," kata John Collins, Ketua Omaui Landcare Charitable Trust.

Langkah ekstrem ini dilakukan karena Selandia Baru ingin bebas predator pada tahun 2050 mendatang. [DF]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Perubahan Iklim Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Anak Seluruh Dunia

Health & Beauty   19 Nov 2019 - 07:12 WIB
Bagikan:          
Bagikan: